PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Pengukuhan Pengurus Kadin Indonesia Periode 2020-2025
Baca Berita Dari Sumber terpercaya Click Baner https://www.anambaskab.go.id

Imam Shamsi Ali: Isra’ Mi’raj Di Era Covid Bagian 02

Mencerdaskan & Memuliakan - Maret 11, 2021
Imam Shamsi Ali: Isra’ Mi’raj Di Era Covid Bagian 02
 - (Presiden Nusantara Foundation Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com

GURINDAM.ID- Dari sekian banyak argumentasi tentang kebenaran (hakikat) Isra’ Mi’raj, “qudratullah” atau kekuasaan dan kekuatan Allah yang tiada batas menjadi argumentasi yang utama.

Perjalanan ini bukan inisiasi Muhammad SAW. Tapi atas iradah (kehendak) dan qudrah (kuasa) Allah SWT.

Dan karenanya ayat di awal Surah Al-Isra itu berbunyi “Subhana alladzi asraa bi abdihi” (Maha suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya).

Frase “subhana” atau Maha suci adalah ungkapan kesempurnaan sekaligus keyakinan akan tiadanya kekurangan, keterbatasan atau kelemahan Dia yang mencipta langit dan bumi.

Oleh karenanya perjalanan ini tidak diragukan bersentuhan dengan kesempurnaan Allah dalam kuasaNya.

Dengan sendirinya sesungguhnya mengingkari kebenaran Isra Mi’raj hanya karena akal kita tidak mampu memahaminya, boleh jadi sebuah bentuk pengingkaran kepada kebesaran Allah itu sendiri.

Kesulitan itu selalu bersama kemudahan

Kerap kita keliru dalam menterjemahkan ayat “inna ma’al usri yusra” dengan “sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Padahal ayat itu tidak memakai kata “ba’da” (setelah). Tapi memakai kata “ma’a” yang berarti bersama.

Artinya sesungguhnya ketika ada kesulitan atau tantangan yang terjadi dalam hidup, hadir pula bersamanya kemudahan dan peluang itu.

Hanya saja memang tabiat manusia, sebagai bagian dari kelemahannya yang dho’if (lemah), haluu’a (panik) dan ‘ajuula (tergesa-gesa) ketika tertantang atau mengalami kesulitan pastinya yang akan nampak di matanya adalah kesulitan itu sendiri.

Peristiwa Isra Mi’raj sesungguhnya mengajarkan hal itu. Bahwa di tengah tantangan dan kesulitan yang dihadapi Rasul pada saat itu, justeru di saat itulah Allah memperjalankannya di malam hari.

Seolah Allah ingin membuktikan kedekatan. Sekaligus dengan perjalanan itu Rasulullah melepaskan kepenatan, sekaligus menghadirkan kembali energi baru untuk perjuangan yang masih panjang.

Baca Juga  Imam Shamsi Ali: Justice for all, NOT for some!

Mayoritas Ulama berpendapat bahwa Isra’ Mi’raj terjadi di tahun 13 kenabian, atau beberapa bulan sebelum Hijrah ke Madinah.

Yang pasti adalah bahwa masa itu adalah situasi yang paling pelik dan menekan bagi Rasulullah SAW.

Setelah keluarga besar Bani Hasyim di boikot yang berakibat kepada kelaparan bahkan kematian sebagian anggota keluarga baginda.

Di antara yang meninggal ketika itu adalah paman Rasulullah SAW yang sekaligus Ayah angkat beliau Abu Tholib dan isteri tercinta sekaligus penyandang dana Dakwah beliau Khadijah RA.

Pemboikotan dan meninggalnya dua orang terdekat Rasulullah itu menjadikan beliau berada dalam situasi sulit dan kesedihan yang dalam. Maka tahun itu oleh beliau disebut sebagai “aamul huzni” atau tahun kesedihan.

Dalam situasi seperti itulah Allah ingin membuktikan kasih sayang dan penjagaaNya kepada hamba tercintaNya (abdihi) Muhammad SAW.

Dan itu dalam bentuk sebuah perjalanan khusus di malam hari (Isra) dan perjalanan ke atas (mi’raj) untuk menerima sebuah hadiah terbesar baginya dan untuk Umatnya berupa sholat.

Hal ini dengan sendirinya mengajarkan kepada kita bahwa dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan hidup jangan pernah merasa ditinggalkan Allah.

Karena boleh jadi justeru kesulitan itu adalah kendaraan bagi hadirnya kemudahan yang tiada terduga.

Yang diperlukan sesungguhnya dalam menyikapi kesulitan dan tantangan itu adalah keyakinan yang kokoh dan konstan (unshaken).

Karena boleh jadi justeru kesulitan hadir sebagai bagian dari proses kehadiran kemudahan dan peluang. Kesulitan dihadirkan untuk mengukur kesiapan hambaNya dalam menerima kemudahan dariNya.

Perlu disadari bahwa ujian dalam bentuk kesulitan itu terkadang lebih ringan dibanding dalam bentuk kesenangan. Orang yang diuji dengan kesulitan di satu sisi diingatkan akan kelemahan dan keterbatasannya.

Baca Juga  Shamsi Ali: Al-Quran itu sudah diturunkan!

Di sisi lain dipacu untuk membangun kekuatan untuk menghadapi kesulitan itu. Sehingga dia akan sadar dan bangkit.

Sebaliknya orang yang diuji dengan kesenangan boleh jadi lupa diri. Dan pada akhirnya terjatuh ke dalam lobang kehinaan yang dalam.

Kehinaan yang tidak saja di dunia. Justeru yang berbahaya adalah kehinaan ukhrawi.

Situasi Pandemi Covid 19 saat ini tak disangkal lagi membawa kesulitan demi kesulitan dan terasa menghimpit.

Tidak saja bahwa ada di antara kita atau kerabatnya yang sakit bahkan meninggal dunia.

Tapi lebih dari itu juga konsekwensi ekonomi dan bahkan sosialnya sangat besar. Ada yang kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan misalnya.

Namun jika semua itu dilihat dengan bukan sekedar penglihatan kasat saja (‘sin) tapi dengan penglihatan batin (bashirah) akan ditemukan makna-makna besar yang Allah telah siapkan.

Bahkan bersamaan dengan Covid itu sendiri sendiri ada peluang-pelang yang Allah telah siapkan. Tahu atau tidaknya kita, keyakinan itu mengatakan demikian adanya.

Kalau saja seorang Mukmin konsisten dengan Iman dan agamanya, Allah akan mengangkatnya ke tingkat yang tinggi.

Tidak selalu mengangkat secara fisik. Tapi derajat kemuliaan dan kehormatannya ditinggikan oleh Allah SWT.

Semoga dengan mengingat peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah SAW kita semakin tersadarkan jika pada kesulitan dan tantangan yang sedang kita hadapi, apapun wujudnya, terdapat pintu kemudahan dan peluang yang baik.

Ujiannya kemudian adalah apakah kita tetap dalam iman dan takwa kita. Atau sebaliknya justeru kesulitan itu menjadikan kita lemah dan jauh dari Dia yang sesungguhnya mengendalikan segala sesuatu?

“Wa man yattaqillah yaj’allahu makhraja wa yarzuqhu min haetsu laa yahtasib”. (Bersambung….).

Udara Doha-Chicago, 11 Maret 2021

Baca Juga  Shamsi Ali: Selamat, Anda menang!

* Presiden Nusantara Foundation

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 1 8 3 3 4
Users Today : 122
Users Yesterday : 272
Users Last 7 days : 5339
Users Last 30 days : 18333
Users This Month : 10715
Users This Year : 18333
Total Users : 18334
Views Today : 261
Views Yesterday : 529
Views Last 7 days : 8816
Views Last 30 days : 30869
Views This Month : 17529
Views This Year : 30869
Total views : 30870
Who's Online : 2
Your IP Address : 3.235.184.215
Server Time : 2021-06-14
Baca Berita Dari Sumber terpercaya