Karya Kolonel Pnb Fairlyanto: Dari Natuna Selamatkan Indonesia

Mencerdaskan & Memuliakan - Januari 6, 2021
Karya Kolonel Pnb Fairlyanto: Dari Natuna Selamatkan Indonesia
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menerima buku karya Kolonel Pnb Fairlyanto, S.T., M.A.P - (Mencerdaskan & Memuliakan)

GURINDAM.ID- Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menerima buku karya Kolonel Pnb Fairlyanto, S.T., M.A.P yang berjudul “Dari Natuna Selamatkan Indonesia, Dari Natuna Sehatkan Bangsa”, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/1/2021).

Kolonel Pnb Fairlyanto, S.T., M.A.P  yang saat itu menjabat sebagai Danlanud Rsa Kabupaten Natuna (sekarang Paban I Dik/Ditdiklat Kodiklatau).

Mengungkapkan buku tersebut berisi catatan kecil observasi pertamakali di indonesia dimana para WNI dari Wuhan selama di Lanud RSA, pada tanggal 2 sampai dengan 15 Februari 2020 lalu.

Foto: Militer Angkatan Udara

Seperti ditulis sebelumnya dari Media CNN Indonesia, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto mengatakan Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur akan menjadi titik pendaratan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China akibat marak penyebaran virus corona di ibu kota Provinsi Hubei tersebut.

Fajar menyebut pihaknya juga telah menyiagakan dua pesawat jenis Boeing dan satu pesawat Hercules untuk menjemput WNI dari Provinsi Hubei.

Saat ini TNI AU tinggal menunggu instruksi Kementerian Luar Negeri untuk terbang menjemput WNI di Wuhan.

Tulis dari Kompas, Minggu, 2 Februari 2020, meski sempat mendapat penolakan warga Natuna namun 238 WNI dari Wuhan tiba di Natuna untuk dikarantina.

Mereka diangkut dengan tiga pesawat dari Bandara Hang Nadim, Batam setelah sebelumnya menempuh perjalanan dari China.

Mereka dikarantina selama dua minggu di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna.

Proses observasi dan karantina berakhir hari pada Sabtu (15/2/2020) WIB pukul 12.00 WIN.

Mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing. Proses pemulangan akan dilakukan selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu (16/2/2020).

Pemulangan termasuk bagi 47 orang kru penjemput, sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.

Baca Juga  Isdianto: Program Bantuan Insentif Untuk Mubaligh Terus Dilanjutkan

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan pemulangan pada hari kedua, rata-rata dilakukan untuk personel di ring 2 dan ring 3.

“Kalau sesuai jadwal, proses pemulangan dilakukan hingga Minggu (16/2/2020) lusa. Namun untuk 238 WNI dan 47 tim penjemput, Sabtu (15/2/2020) dipastikan pulang semua,” kata Achmad Yurianto saat dihubungi, Jumat (14/2/2020).

Dipilihnya salah satu hanggar di Lanud Raden Sadjad, yang dulunya bernama Ranai, ini dibenarkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Pemerintah, ditegaskan Doni, menjamin WNI yang pulang dari China dalam kondisi sehat, dan prosedur pengamanan dilakukan secara teliti.

“Mereka di Wuhan juga diperiksa kesehatannya dari sejumlah tim medis gabungan dari seluruh dunia. Mereka yang akan dievakuasi itu sudah dipastikan sehat semua, hanya saja mereka butuh penempatan sementara dua minggu,” katanya.

Masih dari Kompas, Patmawty Taibe, salah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, China bercerita soal pengalamannya saat diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau.

Menurut mahasiswa Central China Normal University Wuhan ini, semua peserta observasi mengaku bahagia dan mendapat perlakuan baik dari petugas kesehatan. (Son)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X