Harapan Masyarakat Bagi Pemimpin Setia Amanah Suksesi Pilkada 2020

Mencerdaskan & Memuliakan - Oktober 29, 2020
Harapan Masyarakat Bagi Pemimpin Setia Amanah Suksesi Pilkada 2020
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

Oleh: M.Riky Rinovsky

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak sedang berjalan dan nantinya tepat pada tanggal 9 Desember 2020 masyarakat dapat mengetahuinya siapa bakal calon yang berhasil meraih simpatik masyarakat.

Kontestasi demokrasi elektoral senantiasa memunculkan harapan lahirnya sosok pemimpin daerah yang mampu membawa perubahan.

Kepala daerah ibarat lokomotif yang akan menarik gerbong pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

Rezim pada ajang pilkada mampu melahirkan sejumlah kepala daerah yang dinilai cakap membawa perubahan bagi wilayah yang dipimpinnya.

Meskipun tak bisa dipungkiri banyak kepala daerah hasil pilkada yang justeru mengakhiri jabatannya di penjara.

Setidaknya daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Penulis mencoba fokus, untuk Provinsi Kepri saja, mengutip pernyataan dari Komisioner KPU Provinsi Kepulauan Riau, Priyo Handoko, ditulis ANTARA yang merincikan jumlah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020 di daerah itu sebanyak 1.393.439 pemilih.

Mencermati ragam data Pilkada tersebut, tampaknya yang menarik untuk kita diskusikan lebih lanjut.

Seberapa besar proporsi pemilih yang tergolong sebagai pemilih cerdas, sehingga diharapkan mampu dari suara pemilih dapat menghasilkan calon kepada daerah yang berkualitas dan berakhlak baik.

Hal ini menjadi sangat berarti, sebab bobot serta kualitas pemimpin daerah yang kelak terpilih secara demokratis sangat tergantung kepada moralitas atau kecerdasan nurani pemilihnya.

Publik hanya mampu menilai calon kepala daerah secara lahiriah, sesuatu yang tampak oleh mata dalam aktifitas keseharian.

Sementara motivasi yang tersimpan di lubuk hati kandidat tak bisa diraba oleh masyarakat.

Kebaikan yang ditunjukan oleh para kandidat seolah menyihir nurani pemilih saat berada di bilik suara.

Masuk kedalam tulisan lebih dalam, penulis mengamati sesungguhnya tumpuan serta harapan masyarakat bisa dan tergerak hatinya ikut partisipasi dan berbondong bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) atas ajak paslon itu sendiri.

Karena, paslon yang cakap mampu melahirkan gagasan atas ide dari sosok  yang merakyat atau disebut membumi, dimana dia sangat kenal betul watak maupun karakter masyarakat pemilih.

Perilaku kepemimpinan yang jujur dan sederhana menjadi tolok ukur bagi warga untuk memberikan suara dengan harapan pemimpin yang terpilih bisa membuktikan janjinya.

Serta paslon ini dapat membaca potensi daerah yang telah Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa hadirkan kepada makhluk untuk itu menjadi modal masyarakat kelak mampu dikelola dengan baik.

Dicermati, kita masuk lebih dalam dalam alur cerita, pasti masyarakat ingin pemimpin yang kelak mau mendengarkan keluhan mereka dan mengatasi masalah-masalah yang ada.

Kata lainnya, para calon pemimpin itu mampu terjemahkan prinsip sangat penting adalah “Ekonomi” terlebih lagi Ekonomi yang lahir dari semangat kerakyatan, sebab faktor ekonomi inilah yang langsung dirasakan dampak oleh masyarakatnya.

Dimana sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat kini didengung dengungkan Pemerintah dalam menghadapai situasi ekonomi Indonesia saat saat masuk dalam kondisi sangat berat.

Kondisi yang sangat berat ini diperkuat dengan jumlah pekerja yang dirumahkan maupun para pekerja kena PHK angka ini mencapai jutaan orang atas tekanan Covid -19 berkepanjangan.

Karena ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya.

Baca Juga  Siapa Suryani Hingga Berani di Calonkan jadi wakil Gubernur Kepri ?

Selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.

Gagasan ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya alternatif.

Penulis ambil contoh di Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna. Pada masa lampau dimana ada pergerakan ekonomi begitu tumbuh dan berkembang.

Konon niaga ini merupakan cikal bakal tumbuhnya ide Koperasi Indonesia atas prinsip dagang yang diberi nama serikat dagang Ahmadi Company. Terbaru menjadi inspirasi dari sosok Wakil Presiden RI pertama Indonesia.

Kala itu Bung Hatta tercerahkan atas prinsip Ekonomi yang dijalankan serikat Dagang Ahmadi Company.

Kembali fokus pada topik pembahasan calon pemimpin dan ekonomi, sebagaimana kita pahami dalam sejarah juga, bahwa Nabi hadir membawa sistem kepercayaan alternatif yang sederajat dan membebaskan.

Keberhasilan pemimpin yang meraih kepercayaan publik untuk memimpin daerah setidaknya dibarengi dengan kemauan belajar dan mengasah kompetensi kepemimpinan sebagai tugas utamanya membawa perubahan.

Seperti disampaikan Baginda nabi Muhammad SAW membawa pesan bahwa segala ketundukan dan kepatuhan hanya diberikan kepada Allah, bukan kepada manusia.

Karena kebenaran datang dari Allah, maka kekuasaan yang sebenarnya juga berada pada kekuasaan-Nya, bukan kepada raja atau pemerintah.

Secara empirik atau sumber pengetahuan diperoleh, kemudian nabi melakukan gerakan restorasi dengan mengembalikan kekuasaan dari tangan raja (kelompok elit) kepada kekuasaan Allah melalui sistem musyawarah.

Karena Ada beberapa sifat yang dimiliki Nabi Muhammad saw yang dapat dijadikan pedoman untuk menjadi pemimpin idaman masyarakat.

Siddiq (jujur)

“Dari Abdullah ibn Mas’ud, dari Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sifat jujur merupakan kunci utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Jujurnya seorang pemimpin dapat dilihat berdasarkan tindakannya yang bersih dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme.

Amanah (dapat dipercaya)
Jabatan merupakan amanah yang diberikan oleh masyarakat kepada pemimpin melalui pemilihan bernafaskan demokrasi.

Hal ini berarti bahwa pemimpin yang dipilih tersebut diharapkan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan amanah.

Tablig (menyampaikan)
Sifat pemimpin harusnya berani dalam menyampaikan kebenaran dan mengungkapkan kebathilan.

Apabila dalam menjalankan tugasnya ia mendapatkan suatu kemungkaran maka perlulah baginya untuk melawan kemungkaran tersebut.

Fathonah (cerdas)
Kecerdasan sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Dalam membuat keputusan dan kebijakan harus berdasarkan pada beberapa pertimbangan yang dipikirkan secara matang.

Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang dianggap mudah, karena tanggung jawab yang diembannya sangat besar.

Misalnya pemimpin negara/daerah mempunyai tanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya, sama halnya seperti pemimpin organisasi/perusahaan yang mempunyai tanggung jawab dalam mensejahterakan pegawainya.

Oleh karena itu, jika ingin menjadi seorang pemimpin maka perlulah kiranya untuk memperbaiki akhlak dan perilaku terlebih dahulu dengan mencontoh sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah SAW.

Dimana, Pemilih yang cerdas adalah mereka yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku memilih pemimpin.

Terciptanya karakter calon pemimpin yang manis janji-janjinya saja menyebabkan masyarakat enggan percaya.

Baca Juga  Silaturrahmi Dengan Plt Gubernur Aceh, Isdianto Semakin Bersemangat Hadapi Pilgub Kepri 2020

Tidak sedikit pula pemimpin yang menjadikan kekuasaan sebagai sumber untuk memperkuat dan memperkaya diri golongan dan kelompok.

Sejalan dengan semangat rakyat, Hal ini menyebabkan munculnya keinginan masyarakat untuk memiliki sosok pemimpin idaman yang berakhlak baik serta mampu menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya.

Pertama, pemipin dia yang komitment dalam hati anti money politics, yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif imbalan materi atau menerima suap sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu.

Namun, pilihannya didasarkan atas ketajaman dan kejernihan hati kematapan langkah dalam menyingkap uraian para paslon.

Iming-iming sejumlah uang bagi pemilih tipe ini hanya dipandang sebagai ‘godaan iman’ yang segera berlalu, kemudian segera ‘bertaubat’ untuk kembali mengikuti suara hati.

Kedua, tidak asal pilih, yakni konstituen dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekedar menggugurkan hak/kewajibannya sebagai warga daerah.

Tapi memilih secara bertanggung jawab, artinya calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan dengan matang, serta diyakini mampu membawa kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi daerah.

Ketiga, visi, misi dan platform yang diusung partai/koalisi partai dan calon kepala daerah, menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan pilihan definitifnya.

Sehingga hanya calon kepala daerah yang memiliki visi dan misi yang masuk akal dan ‘membumi’ yang dipilih.

Karena kelompok calon seperti itu biasanya akan menghindari jebakan janji-janji politik yang berlebihan serta abai terhadap realitas di lapangan.

*Memilih Terbaik dari Yang Baik*

Kita berharap, para paslon kepala daerah yang akan bersaing dalam bursa paslon yang ketat untuk tidak terjebak dalam “syahwat kekuasan” yang cenderung ambisius, curang, dan kolutif.

Namun paslon-paslon kepala daerah yang memposisikan kekuasaan politik bukan sebagai tujuan akhir, tapi sebagai sarana untuk ‘berbuat baik’ kepada rakyat dengan jujur serta terukur dalam berucap serta bertindak serta adil kepada rakyatnya.

Dalam konteks itu diharapkan proses Pilkada bisa menghasilkan calon pemimpin daerah yang baik, cakap/cerdas, kompeten, dan sesuai antara ucap dan perbuatan artinya amanah.

Lebih dari itu, apabila kita melihat potensi masing-masing daerah yang bisa dikembangkan lebih berkemajuan, mandiri, sejahtera, dan makmur, serta tuntutan daerah untuk menghadapi persaingan internasional.

Khususnya dalam menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka dibutuhkan kepala daerah yang bertipe petarung yang punya inovasi dalam penerobos peluang emas.

Disebut sebagai penerobos, karena kepala daerah model ini mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan extra-ordinary terhadap daerahnya.

Kepala daerah mampu penerobos memahami pentingnya perubahan-perubahan yang mendasar dan spektakuler dalam mengelola daerah, dan tugas-tugasnya untuk mencapai hasil-hasil yang diinginkan masyarakat daerahnya.

Kepala daerah mampu mendesain manajemen pemerintahan daerahnya sedemikian prima dan mudah, sehingga para kepala dinas dan/atau pejabat setingkat kepala dinas, yang berada di bawah kontrol kekuasaannya, bisa dengan sukarela bersedia mengorbankan kepentingan pribadi dan kelompok demi visi dan misi besar untuk Masyarakat.

Dalam konteks itu, kita sebagai masyarakat pemilih mengharapkan proses Pilkada dapat memenuhi kriteria sebagai Pilkada yang berkualitas jujur serta bermartabat.

Pertama, Pilkada yang diselenggarakan secara profesional, jujur, dan adil (jurdil), bertanggung jawab dan bersih dari segala bentuk kecurangan sifat masif.

Kedua, Pilkada tidak hanya sekedar rutinitas memilih kepala daerah, namun Pilkada yang berdampak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat daerah dari semua aspek ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Jalankan Amanah Munas, Golkar Batam Segera Gelar Musda

Ketiga, kemajuan daerah sangat tergantung kepada kualitas pemimpin daerahnya, oleh karena itu memilih calon pemimpin daerah yang terbaik menjadi mutlak.

Sehingga kita berharap di daerah lahir para kepala daerah yang mencatatkan prestasi gemilang bagi daerahnya dicintai rakyat karena prestasi mampu mengangkat sendi sendi ekonomi masyarakat dari segala aspek pengerak roda ekonomi.

Sekali lagi kita berharap, publik untuk memilih calon pemimpinnya dengan cerdas, yakni memilih siapa kiranya di antara paslon-paslon kepala daerah yang mampu dan kompeten memerankan model kepemimpinan penerobos.

Sehingga, memungkinkan bisa mewujudkan visi-misi dan janji-janji politik yang mereka dengungkan dalam setiap kampanye dapat dihasilkan dalam bentuk kerja nyata.

Karena memang daerah ke depan membutuhkan pemimpin yang mampu ‘menerobos’ kebuntuan penyelesaian masalah-masalah genting dan berat di daerahnya,

seperti kemiskinan akut di perdesaan dan perkotaan, tingginya angka kriminalitas, masih buruknya layanan kesehatan masyarakat marjinal, krisis lingkungan hidup dan pencemaran lingkungan,
Lonjakan angka pengangguran, rendahnya daya beli masyarakat desa, rendahnya daya saing petani/peternak/nelayan, dan sebagainya.

Penutup tulisan, Petama penulis mengucapkan Terimakasih telah membaca catatan ringan ini, Kedua Ucapkan Terimakasih betapa baiknya Allah SWT, Tuhan yang maha esa.

Negeri Yang Bernama Pulau Natuna tempat Penulis bermukim bersama keluarga tercinta, karena di pulau inilah penulis merasakan ketenangan lahir dan batin.

Kepulauan Natuna nan indah, dimana didalamnya terdapat pantai, gunung yang menjulang tinggi serta keramahan alam dan penduduknya.

Natuna yang berjarak dari ibu kota Provinsi Kepri jika ditempuh mengunakan pesawat terbang memakan waktu 1,2 Jam, sementara dengan kapal laut dari Jakarta menuju Natuna ditempuh hingga berhari hari lamanya.

pulau Natuna yang jauh dari hingar-bingar kepadatan dan kesibukan ibukota menjadikan Ia Istimewa.

Di Natuna, Kita tidak pernah terdengar macetnya kendaraan jalan raya seperti kita saksikan dari lihat layar kaya televisi, selalu saja ada kejadian dan peristiwa di ibu kota lengkap dengan kebisingan kota yang tidak pernah lengang.

Terlebih lagi Fenomena wabah virus corona (covid-19) yang muncul di awal tahun 2020 ini semakin lama semakin membuat kekhawatiran di seluruh dunia.

Bagaimana tidak, virus yang muncul pertama kali di kota Wuhan provinsi Hubei China. Dan Natuna juga Negeri pertama kali menerima kehadiran saudara saudara indonesia yang mengeyam pendidikan disana sebelum dipulangkan ke daerah mereka masing masing pelosok indonesia.

Tidak lupa pula, mari kita juga berdoa kepada Allah agar senantiasa negeri kita selalu damai dalam melaksanakan hajat Pilkada 5 Tahunan ini  dalam situasi pandemi.

Tidak lupa juga kita sisipkan doa-doa terbaik kita kepada mereka saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan Corona virus ini, Allah Pulih dan sembuhkan, semua itu atas Izinya.

Dan juga harapan itu Bumi ini kembali pulih baik Ekonomi maupun istrumen lainya kembali normal sediakala tentunya.

Mari kita sambut Pilkada tahun 2020 penuh sportifitas kelak merlahirkan pemimpin yang amanah, di tengah situasi saat ini. AMIN.. AMIN YA ROBALALAMIN. (**)

Salam Demokrasi..!!!

Pemerhati Sosial
Jurnalist pulau Perbatasan Indonesia

Tinggalkan Komentar

Close Ads X