Tahun 2019, PT Medco Energi Internasional Tbk Rugi Rp283 Miliar

Mencerdaskan & Memuliakan - Juli 18, 2020
Tahun 2019, PT Medco Energi Internasional Tbk Rugi Rp283 Miliar
Bandara Matak Base, wilayah operasi Medco E & P Natuna Ltd, anak perusahaan PT Medco Internasional Tbk.  - (Gurindam.id/Ist)
Editor Nasrul

Anambas, Gurindam.id – Meski mengalami peningkatan penjualan pada dua tahun terakhir, 2018, 2019, PT Medco Energi Internasional Tbk dalam laporan laba rugi tahun berjalan, mencatat kerugian sebesar US$ 20.227.126 atau sekitar Rp 283.179.764.000 (asumsi kurs 14.000).

Berbeda pada tahun sebelumnya, pada tahun 2018, perusahaan berhasil mengantongi laba bersih tahun berjalan sebesar US$ 5.708.799 atau setara dengan Rp 79.923.186.000. Kerugian tahun 2019 itu berbanding terbalik dengan jumlah penjualan tahun 2018 dan tahun 2019 yang mencatat adanya peningkatan penjualan.

Dalam laporan keuangan yang disajikan auditor independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto Sungkoro & Surja itu, mengungkap hasil penjualan minyak dan gas bumi tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar US$ 1.161.193.789 atau setara dengan Rp 16.256.713.046.000 dibandingkan tahun sebelumnya yakni hanya sebesar US$ 980.150.245 atau setara dengan Rp 13.722.103.430.000.

Angka itu menunjukkan telah terjadi kenaikan penjualan pada tahun 2019, sebesar US$ 181.043.544 atau setara dengan Rp 2.534.609.616.000.

Sebagaimana dijelaskan dalam laporan tahunan setebal 325 halaman itu, selain menerima penjualan dari minyak dan gas bumi, perusahaan yang salah satu wilayah kerjanya di Kepulauan Anambas/Natuna itu juga menerima pendapatan dari hasil penjualan tenaga listrik dan jasa terkait lainnya.

Tercatat, pada tahun 2019 perusahaan mengantongi pendapatan dari penjualan tenaga listrik dan jasa terkait lainnya, sebesar US$ 274.792.650 atau setara dengan Rp 3.847.097.100.000. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2018 yakni hanya sebesar US$ 235.856.950 atau sebesar Rp 3.301.997.300.000.

Begitu juga dari sisi pendapatan jasa tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar US$ 2.304.414 atau setara dengan Rp 32.261.796.000 dari tahun 2018 sebesar US$ 2.244.353 atau setara dengan Rp 31.420.942.000.

Screenshot Laporan Keuangan PT Medco Energi Internasional Tbk
Dan Entitas Anaknya Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019
(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, Kecuali Dinyatakan Lain)

Berdasarkan analisis tim redaksi Gurindam.id terhadap laporan keuangan PT Medco Energi Internasional Tbk, dalam sebuah laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019 itu, mengungkap kerugian yang dialami perusahaan lantaran besarnya biaya produksi.

Baca Juga  Ketegangan di Laut Natuna, Pangkogabwilhan Minta Prajurit TNI Tidak Terprovokasi

Jumlah beban pokok penjualan dan biaya langsung lainnya tahun 2019 bengkak sebesar US$ 846.558.388 atau setara Rp 11.851.817.432.000. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 2018 yang hanya sebesar US$ 586.073.304 atau setara dengan Rp 8.205.026.256.000.

Dalam laporan keuangan auditor independen yang disajikan dalam bentuk Dollar Amerika (US$) itu tercatat perusahaan membayar pajak penghasilan tahun 2019 US$ (199.373.250) atau setara dengan Rp 2.791.225.500.000 dan tahun 2018 US$ (196.480.990) atau setara dengan Rp 2.750.733.860.000.

Komponen beban yang memengaruhi kerugian itu juga tercatat pada biaya produksi dan lifting sebesar US$ 297.740.266 pada tahun 2019. Jumlah itu naik dibanding tahun 2018 sebesar US$ 203.334.983.

Beban lainnya antara lain, penyusutan, deplesi dan amortisasi tahun 2019 sebesar US$ 295.818.747 membengkak dibanding tahun 2018 yang hanya sebesar US$ 108.791.406. Begitu juga pada beban pokok penjualan tenaga listrik dan jasa terkait lainnya tahun 2019 naik sebesar US$ 172.369.352, sementara tahun 2018 hanya sebesar US$ 134.328.715.

Dugaan sementara, besarnya pengeluaran atau beban pokok penjualan menyebabkan perusahaan merugi. Namun belum diketahui alasan secara rinci, penyebab tingginya beban pokok penjualan pada tahun 2019 dibandingkan dengan beban pokok penjualan dan biaya langsung lainnya pada tahun sebelumnya.

Sampai berita ini dilansir, tim Media Online Gurindam.id, belum berhasil mengkonfirmasi manajemen PT Medco Energi International Tbk yang berpusat di Jakarta itu. (tim)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X