PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Proyek Natuna Dibatalkan Berbanding Terbalik Dengan Instruksi Presiden

Mencerdaskan & Memuliakan - April 1, 2022
Proyek Natuna Dibatalkan Berbanding Terbalik Dengan Instruksi Presiden
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com
Editor admin

GURINDAM.ID- Cen Sui Lan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri pertanyakan lelang proyek kegiatan pembangunan jalan nasional dan jembatan di Natuna, dibatalkan.

Lelang proyek di Balai Pelaksana Pengadaan Jasa Konstrruksi (BP2JK) Kepri senilai Rp121 miliar di Natuna itu, justru ditarik ke pusat.

Berbanding terbalik intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus mengenai masalah Natuna dengan datang langsung ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau sepanjang 2016 lalu  telah tiga kali kunjungan ke Pulau Terdepan Indonesia Kabupaten Natuna.

“Presiden meminta Pembangunan Infrastruktur di Kepulauan Natuna segera dimulai,” tulis dalam judul dimuat setkab.go.id.

Justru itu, Cen Sui Lan meminta penjelasan kepada Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR sekaligus Kepala Badan Pelaksana Jasa Konstruksi Nasional (BPJKN) Yudha Mediawan, tentang terjadinya pembatalan lelang proyek Rp121 miliar di BP2JK Kepri tersebut.

Kegiatan ini yaitu pembangunan ruas jalan nasional dan 5 jembatan Buton-Klarik (Natuna). Lelang proyek terebut ditarik ke pusat, dengan alasan karena terjadinya kesalahan administasi.

“Berarti, lelang yang di bawah Rp100 miliar yang selama ini diputuskan BP2JK di 34 provinsi harus dipertanyakan juga,” kata Cen Sui Lan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR yang juga Kepala BPJKN, Badan Lelang Khusus pada Kementerian PUPR dan LKPP dan LPJKN di ruang rapat Komisi V, Gedung DPR RI Senayan, Rabu (30/3/2022).

Cen Sui Lan meminta penjelasan ini, karena ketika melakukan Kunjungan Kerja Pengawasan ke Kabupaten Natuna dan meninjau jalan nasional yang ada di Kabupaten Natuna, mendapat laporan bahwa pemenang lelang pembangunan ruas jalan nasional Buton menuju Klarik (Natuna) serta 5 jembatan dengan pagu Rp121 miliar, dibatalkan pihak Kementerian PUPR.

Baca Juga  Peduli Pendidikan Anggota DPR RI Cen Sui Lan Salurkan Bantuan Bus Sekolah

Dengan alasan administrasi, dan nilai lelang di atas Rp100 miliar menjadi kewenangan Menteri PUPR.

Justru itu, Cen Sui Lan diharapkan agar meminta penjelasan kepada pihak Kementerian PUPR mengenai alasan tersebut.

“Kenapa enggak dari awal ya? Dan kenapa perusahaan daerah yang berpengalaman dan punya kemampuan yang sudah menang itu, dibatalkan? Kita mewanti-wanti agar jangan terjadi fraud atau kecurangan dalam hal ini,” tegas Cen Sui Lan.

Saya pertegas lagi, agar perusahaan dan pengusaha lokal (di Kepri) diberikan kesempatan untuk mengerjakan proyek ini,” pinta Cen Sui Lan dalam RDP tersebut.

Keberpihakan Cen Sui Lan terhadap pengusaha lokal sangat beralasan. Selain punya SDM yang memadai dan pengalaman, juga akses terhadap bahan baku dan memiliki peralatan AMP yang memadai.

“Kalau pengusaha luar Natuna, karena letak geografisnya yang membutuhkan mobilisasi peralatan, perlu biaya yang tinggi. Keberpihakan kepada pengusaha lokal akan menambah perputaran uang di daerah dan dapat menumbuhkan ekonomi serta meningkatkan kesejahteran masyarakat daerah tersebut,” urai Cen Sui Lan.

Cen Sui Lan menyatakan, jika terjadi fraud (kecurangan), dirinya akan menggunakan kewenangan konstitusi untuk melakukan Pengawasan Sfesifik, dengan meminta BPK RI untuk melakukan audit tertentu dan hasilnya diserahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH), KPK dan Jaksa Agung.

“Jika pihak badan lelang melakukan kecurangan (fraud), daya tidak segan-segan menggunakan hak konstitusi pengawasan, demi menyelamatkan keuangan negara,” kata Cen Sui Lan menambahkan.

Cen Sui Lan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri

Cen Sui Lan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri Kunker Ke Natuna

Kunker ke Natuna

Sebelumnya, Cen Sui Lan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri melaksanakan kunjungan kerja pengawasan, sekaligus reses ke Kabupaten Natuna, awal Maret 2022 lalu.

Baca Juga  Bantuan Terus Mengalir Penjuru Negeri Kini Ketum Dharma Pertiwi Salurkan Bagi Masyarakat Mamuju

Pada saat kunjungan kerja pengawasan dan reses di Kabupaten Natuna tersebut, Cen Sui Lan didampingi para Pejabat Tinggi Pratama Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Antara lain Yudha Handhita Panjiriawan Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Turut hadir Faisal Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepri Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Kepala Satker Jalan Nasional (BPJN) Natuna-Anambas.

Pada saat kunjungan kerja pengawasan ke Kabupaten Natuna itu, Cen Sui Lan meninjau pembangunan 5 jembatan dan ruas jalan nasional dari Buton menuju Klarik.

“Pembangunan ruas jalan nasional Buton-Klarik di Natuna, dan 5 jembatan itu dialokasikan anggaran senilai Rp121 miliar, pada tahun anggaran 2022 ini,” sebut Cen Sui Lan.

Cen Sui Lan menyebutkan, dana yang besar untuk 5 jembatan dan ruas jalan nasional Buton-Klarik di Natuna ini, diminta agar dikerjakan oleh pengusaha lokal (Natuna).

“Saya melihat, pengusaha lokal punya pengalaman dan SDM yang memadai untuk mengerjakan proyek ini. Supaya apa yang saya perjuangan di pusat ini, memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Dana dari kegiatan ini akan beredar di daerah,” ujar Cen Sui Lan memberikan penegasan, Selasa (15/3/2022) lalu.

(Dia)

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 8 4 1 3 1
Users Today : 1
Users Yesterday : 19
Users Last 7 days : 278
Users Last 30 days : 1720
Users This Month : 1598
Users This Year : 16639
Total Users : 84131
Views Today : 1
Views Yesterday : 30
Views Last 7 days : 459
Views Last 30 days : 2732
Views This Month : 2535
Views This Year : 24224
Total views : 137927
Who's Online : 0
Your IP Address : 207.46.13.14
Server Time : 2022-06-30
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya