PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Bupati Abdul Haris Pemimpin Mendegarkan Suara Rakyat Dengan Hati

Mencerdaskan & Memuliakan - Januari 11, 2022
Bupati Abdul Haris Pemimpin Mendegarkan Suara Rakyat Dengan Hati
Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris SH  - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com
Editor admin

ANAMBAS, GURINDAM.ID- Mendengar seseorang berbicara, bukan saja membutuhkan “kesempurnaan” indera pendengaran, telinga. Melainkan juga membutuhkan kelapangan dada. Kelonggaran hati untuk sejenak menyimak apa yang menjadi aspirasi orang yang tengah berbicara di hadapan kita.

Di zaman serba digital ini, orang yang berbicara tidak harus bertatap muka, namun suaranya semestinya sudah sampai ke telinga kita.

Mendengar jelas butuh latihan yang tidak sederhana. Ada proses yang panjang mesti ditempuh, agar seseorang memiliki kemampuan mendengar yang baik.

Salah satu cara ampuh belajar menjadi pendengar yang baik adalah kehendak untuk memahami pandangan orang lain dari berbagai perspektif.

Banyak berdialog. Membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin bersuara, adalah upaya memastikan kemampuan mendengar bisa dilakukan dengan optimal.

Keberhasilan seseorang dalam mendengar banyak suara, juga butuh rasionalitas. Komunikator dan pemimpin yang mau mendengar, tentulah memerhatikan begitu banyak suara yang muncul ke permukaan tentang sebuah hal, peristiwa, atau agenda.

Kebanyakan pemimpin di negeri ini lebih gemar berkoar-koar ketimbang mendengarkan suara, apalagi kritikan rakyat.

Padahal, keutamaan seorang pemimpin ialah mampu mendengarkan suara rakyat di jalan sunyi sekalipun.

Kemampuan mendengarkan suara rakyat itulah yang ditunjukkan salah satu dari sekian pemimpin Indonesia, Dia adalah Bupati paling Utara pulau Indonesia Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Ketika kamu menerima peran kepemimpinan, kamu mengambil tanggung jawab ekstra untuk tindakanmu terhadap orang lain,” hal itu penggalan kalimat diucapkan Abdul Haris Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas memberi pesan kepada penulis hinga kini masih membekas di memori selepas pertemuan di Natuna Akhir bulan Desember tahun 2021 lalu.

Gerak cepat korban

Bupati Anambas Dialog bersama Warga

Responsif atas aspirasi dan keluhan rakyatnya. Belum lama ini di Anambas terdapat insiden dimana terdapat tiga unit rumah warga yang berada di Desa Putik Kecamatan Palmatak rusak akibat tanah longsor.

Baca Juga  Bupati Anambas Melantik Langsung 144 ASN Di Pasir Peti

Dalam hitung jam pasca kejadian, jarak dari Tarempa pusat pemerintahan ke pulau Paalmatak dimana tempat lokasi kejadian membutuhkan armada laut.

Dirinya lantas bergegas langsung ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan diperkirakan hanya kerugian materil.

Bupati Prokompi Kepulauan Anambas bersama tim BPBD tersebut juga menyerahkan bantuan sembako serta seragam sekolah kepada warga yang terdampak bencana alam tersebut.

Menurut hemat penulis sejatinya seorang pemimpin yang mau mendengar, pasti akan sangat dihormati dan dikagumi oleh bawahannya, atau masyarakat yang dipimpinnya oleh sebab kerendahan hati yang dimiliki dengan kesediaannya untuk menjadi pendengar yang baik.

Apalagi, kita diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut sebagai pertanda bahwa bahwa kita perlu mendengar dua kali lebih banyak sebelum berbicara satu kali.

Belum lama ini juga Warga Desa Piabung keluhkan adanya air tergenang di pinggir jalan mengakibatkan berkembang biaknya nyamuk yang berpotensi menumbuhkan penyebaran penyakit malaria.

Bupati Abdul Haris yang telah dua periode memimpin Negeri ini langsung bergerak terjun ke lokasi untuk memastikan aspirasi warga.

Respon atas suara rakyat itulah selalu dia lakukan selama ini selama memimpin negeri yang terkenal dengan keindahan panorama alam semenanjung sebelah laut China Selatan dengan ragam hasil perikanan begitu melimpah.

Banjir

Genangan air

Lalu dirinya langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Dimana air yang tergenang akibat tanah milik warga yang tidak rata dengan bahu jalan raya dan oleh karena itu dirinya sudah meminta kepada dinas terkait untuk merencanakan pembangunan drainase sebagai solusi air yang tergenang bisa mengalir dengan baik.

“Keluhan seperti ini yang ingin saya inginkan. Kegiatan pembangunan tersebut menjadi prioritas,” kata Abdul Haris, kepada awak media ketika berada di lokasi air yang tergenang tersebut.

Baca Juga  Cen Sui Lan DPR RI Bersama Bupati dan DPRD Bahas Usulan Pembangunan Anambas

Seketika itu juga dirinya langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan agar dapat memantau atau melakukan antisipasi terkait penyebaran penyakit malaria.

Informasi dari masyarakat pada tahun sebelumnya di Desa Piabung ini paling tinggi pasien yang terserang penyakit malaria dimana kuat dugaan akibat besarnya tergenang air tawar di pinggir jalan tersebut.

“Saya harapkan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas atau Posyandu dapat memantau dan melakukan antisipasi terkait penyebaran penyakit malaria di Desa Piabung,” sebut dia.

Dia juga berharap kepada masyarakat sekitar agar ikut berperan aktif dalam mendorong pembangunan dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit malaria maupun penyakit lainnya.

“Pemerintah Daerah pada prinsipnya melaksanakan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, namun tentu didorong oleh peran serta masyarakat juga pastinya,” tukasnya.

Abdul haris Bupati Kepulauan Anambas

Abdul haris Bupati Kepulauan Anambas

Jejak Karir Bupati Anambas

Jejak Karier Abdul Haris Bupati Anambas Mantan Anggota DPRD Natuna Sahabat Karib Walikota Batam HM Rudi, Satu Kampus Gubernur Provinsi Kepri H. Ansar Ahmad

Abdul Haris, SH lahir di Tarempa, 3 Mei 1968.
Sebagai putra Tarempa asli, dia menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Ibukota Anambas ini.

Haris menempuh pendidikan dasar di MIS Tarempa (setingkat SD). 6 tahun belajar, Haris lulus dan melanjutkan pendidikan di MTs Tarempa. Selamat dari sana, dia melanjutkan di SMA 1 Tarempa.

Haris kemudian hijrah ke Pekanbaru dan mengambil program hukum di Fakultas Hukum Universitas Islam Riau, Pekanbaru.

Kariernya dimulai pada tahun 1996 sebagai honorer petugas pajak di Selat Panjang, Kabupaten Bengkalis. 2 tahun kemudian, tepatnya pada 1998, dia melaksanakan Praktek Pengacara Advokat.

Haris tak hanya berdiam diri di daerah asalnya. Dia pernah juga mencicipi hidup di Tanjungpinang. Tahun 1999, Haris bahkan pernah bekerja sebagai security PAM Hotel Sentral Tanjungpinang.

Baca Juga  Pergerakan Bandara Mengalami Penurunan 75 Persen Periode PPKM Darurat

Karier politik dan pemerintahan
Kehidupannya lambat laun berubah.
Dia mulai ‘nyemplung’ ke dunia politik dan pemerintahan. Tahun 1999 dia bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjadi Ketua PAC PPP Kecamatan Siantan.

Tahun 2002, dirinya menjadi sekretaris DPC PPP Kabupaten Natuna. Tahun 2004, Haris berhasil menjadi anggota DPRD Kabupaten Natuna hingga tahun 2009.

2 tahun setelahnya, dia menjabat Ketua DPC PPP Kabupaten Natuna.

Abdul Haris kembali mencalonkan diri sebagai DPRD dan terpilih untuk periode 2009 hingga 2014.

Namun, pada 2010, dia menjadi Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas berpasangan dengan Tengku Mukhtaruddin.

Tahun berikutnya, tepatnya pada 2016, dirinya mencalonkan diri sebagai calon Bupati Anambas dan terpilih.

Sejak saat itu, Abdul Haris bersama Wan Zulhendra menahkodai Kabupaten termuda di Provinsi Kepri ini hingga sekarang kembali mencalonkan diri dan berhasil mimpin Anambas negeri yang kaya hasil Minyak dan Gas Alam serta Potensi Kelautan dan Perikanan.

(FR)

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 8 4 1 4 4
Users Today : 14
Users Yesterday : 19
Users Last 7 days : 291
Users Last 30 days : 1733
Users This Month : 1611
Users This Year : 16652
Total Users : 84144
Views Today : 26
Views Yesterday : 30
Views Last 7 days : 484
Views Last 30 days : 2757
Views This Month : 2560
Views This Year : 24249
Total views : 137952
Who's Online : 0
Your IP Address : 34.239.167.149
Server Time : 2022-06-30
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya