PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadhan

Mencerdaskan & Memuliakan - April 24, 2021
Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadhan
Mencerdaskan & Memuliakan - (Gurindam.id)
RajaBackLink.com
Editor admin

GURINDAM.ID- Ajal pasti menghampiri setiap makhluk hidup, kapanpun dan di manapun. Apakah ada keutamaan orang yang meninggal di bulan Ramadan? Apakah ada keistimewaan baginya?

Gurindam.id Melansir dari Detik.com, Sabtu, (24/4/2021). Menjawab pertanyaan itu, Ustaz Adi Hidayat Lc, MA menjelaskan dari dua sudut pandang. Sudut pandang yang pertama dilihat dari waktu.

“Waktu memang ada yang diistimewakan oleh Allah SWT, berbeda dengan waktu lainnya. Ada waktu harian seperti sepertiga malam, ada waktu bulanan, ada waktu tahunan, seperti Ramadan, waktu Ramadan banyak keistimewaan, jika amal saleh ditingkatkan maka pahala dilipatgandakan,” jelas Ustaz Adi.

Ustaz Adi lalu mengulang pertanyaan, apakah kemudian waktu ini bisa menjamin seseorang menjadi pertanda kebaikan ketika meninggal dalam Ramadan? Ustaz Adi mengatakan hal itu belum tentu.

“Maka ini diukur pada bagian yang kedua, sebaik apa amal soleh yang dia kerjakan, ini yang paling penting. Apa Anda bisa katakan jika ada orang fasik, kriminal misalnya meninggal di bulan Ramadan dia istimewa? Bahkan mungkin ada orang kafir meninggal saat bulan Ramadan. Apa ini menandakan dia baik dalam pandangan Allah? Belum tentu. Ukuran kebaikan itu, kapanpun dia meninggal kita tidak bisa menentukannya. Karena Allah mengatur sesuai ajalnya,” paparnya.

Ustaz Adi kemudian membaca Alquran Surat Al Araf ayat 34:

“Walikulli ummatin ajalun, fa-idzaa jaa-a ajaluhum laa yasta/khiruuna saa’atan walaa yastaqdimuuna”

Artinya:

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Berdasarkan ayat tersebut menurut Ustaz Adi, saat ajalnya tiba, dia tidak bisa memilih, mau maju atau mau lambat.

“Apakah Anda bisa katakan, ‘Ya Allah kalau bisa tunda sedikit hingga Ramadan tiba?’ Ajal bukan seperti pernikahan yang bisa Anda rencanakan, ajal kapan pun bisa tiba, satu menit sebelum Ramadan, mungkin Anda bisa meninggal,” tuturnya.

Baca Juga  Target Pajak BP2RD Naik, Program Pemutihan Pajak Kendaraan Masih Jadi Andalan Gubernur Kepri

“Poinnya adalah, jika Anda ingin meninggal dalam kebaikan, maka tingkatkanlah amal saleh, maka kapan pun Anda meninggal, maka Anda akan diwafatkan dalam keadaan khusunul khatimah,” lanjutnya.

Ustaz Adi kemudian membaca Alquran Surat Al Fajr ayat 27-30:

“Yaa ayyatuhaa alnnafsu almuthma-innatu. Irji’ii ilaa rabbiki raadiyatan mardhiyyatan. Faudkhulii fii ‘ibaadii. Waudkhulii jannat”

Artinya:

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb-mu, dengan hati yang puas, lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku

Berdasarkan ayat tersebut, lanjut Ustaz Adi, bagaimana kita bisa dipanggil sebagai jiwa tenang, Anda harus sering mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam meningkatkan amal saleh.

“Jadi Ramadan, jika ada yang wafat di dalammnya, belum tentu jadi tanda kebaikan wafatnya, kecuali jika dia wafat dalam keadaan saleh,” ungkapnya.

Dilansir dari Liputan6, Bahwasannya setiap manusia akan menemui ajal yang sudah ditentukan oleh Allah.

Sudah menjadi harapan umat Islam agar dapat meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan banyak yang berharap agar meninggal di hari yang baik, misalnya hari Jum’at.

Selain itu, banyak pula yang mempertanyakan, apakah meninggal di bulan suci Ramadan akan memiliki keistimewaan seperti layaknya orang yang meninggal di hari Jum’at.

Diriwayatkan dalam Hadist riwayat Ahmad, bahwa Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang mengatakan Laa Ilaha Illalah dengan hanya mengharapkan rida Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.

Barangsiapa yang berpuasa suatu hari dengan hanya mengharapkan rida Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.

Barangsiapa yang bersedekah dengan suatu sedekah dengan hanya mengharapkan rida Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.”

Hadis di atas adalah khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan meninggal dalam keadaan beriman, serta mengharapkan ridanya di dalam amal-amal salehnya, tidak terkecuali jika hal itu terjadi di bulan Ramadan.

Baca Juga  Kasal Yudo Margono Resmikan Fasilitas Watpers Komplek Satuan Koarmada 1

Selain itu, apabila orang yang meninggal di bulan Ramadan dalam keadaan sakit, keluarga bisa membayarkan fidyah.

Seperti hadis yang diriwayatkan Abu Daud, “Apabila seseorang sakit di bulan Ramadan, kemudian mati dan belum membayar utang puasa, maka dia ganti dengan memberi makan (fidyah), dan tidak ada qadha. Namun jika dia memiliki utang puasa nadzar maka diqadha oleh walinya atas nama mayit.”

Lebih-lebih jika ini terjadi di bulan paling mulia seperti Ramadhan. Karena amal sholih seperti, puasa, sedekah, sholat, kesabaran, tawakal, keikhlasan, keridhoan dengan takdir Allah, akan semakin besar kelipatan pahalanya saat dikerjakan di waktu – waktu yang mulia.

Maka orang sholih yang meninggal di bulan suci Ramadhan, insyaallah itu pertanda baik, pertanda Husnul Khotimah insyaallah.

Wallahua’lam bis showab.

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 8 4 1 5 8
Users Today : 5
Users Yesterday : 23
Users Last 7 days : 277
Users Last 30 days : 1625
Users This Month : 5
Users This Year : 16666
Total Users : 84158
Views Today : 17
Views Yesterday : 53
Views Last 7 days : 448
Views Last 30 days : 2604
Views This Month : 17
Views This Year : 24293
Total views : 137996
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.235.228.219
Server Time : 2022-07-01
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya