MAKASSAR – Industri pengelolaan dapur makanan bergizi di Sulawesi Selatan memasuki era transformatif. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Indonesia (APPMBGI) Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi menetapkan Sri Wulandari sebagai ketua terpilih dalam pertemuan perdana yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Makassar, Minggu malam (12/4/2026).
Rapat bersejarah ini dihadiri oleh 17 pengelola dapur dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, menandai langkah konkret konsolidasi sektor boga bergizi yang kian strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi dan Profesionalisme Jadi Pilar Utama
Dalam pidato perdananya yang sarat visi humanis, Sri Wulandari menegaskan komitmennya untuk mengangkat derajat industri dapur makanan bergizi melalui standardisasi dan inovasi berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menjadikan APPMBGI Sulsel sebagai wadah inovasi. Fokus utama kami adalah memastikan setiap pengelola dapur memiliki standar profesionalisme tinggi demi mendukung ketahanan gizi masyarakat yang terstandarisasi dan higienis,” ujar Sri Wulandari dengan penuh keyakinan.
Sri Wulandari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga masyarakat sebagai kunci utama mewujudkan ekosistem pangan bergizi yang berkelanjutan. Ia juga menyoroti urgensi penerapan protokol higienitas ketat di setiap lini operasional dapur anggota.
Kehadiran Sri Wulandari sebagai nahkoda baru APPMBGI Sulsel membawa optimisme tersendiri. Dikenal sebagai istri dari tokoh nasional sekaligus pengusaha ternama H.M. Aksa Mahmud, serta ibu mertua dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Sri Wulandari diyakini mampu memperkuat jejaring strategis sekaligus membuka akses kolaborasi yang lebih luas bagi kemajuan asosiasi.
Ketua Umum APPMBGI Pusat, Abdul Rivai Ras yang akrab disapa Bro Rivai, hadir langsung memberikan restu dan apresiasi atas gerak cepat pembentukan kepengurusan di Sulawesi Selatan.
“Insyaallah, di bawah kepemimpinan Ibu Sri Wulandari, APPMBGI Sulsel akan membawa kesuksesan dan inovasi signifikan bagi industri ini. Sulsel bisa menjadi pionir kemajuan dapur makanan bergizi di kawasan Timur Indonesia,” ungkap Bro Rivai penuh optimisme.
Ia menambahkan bahwa standardisasi dan profesionalisme dapur makanan bergizi merupakan fondasi penting dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan, terutama terkait penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan.
Tak ingin berlarut dalam euforia, APPMBGI Sulsel langsung menjadwalkan pertemuan lanjutan pada Rabu, 15 April 2026. Agenda utama yang akan dibahas meliputi:
1. Penyusunan struktur pengurus definitif yang solid dan representatif.
2. Penyesuaian format organisasi sesuai dengan pedoman dan arahan pengurus pusat.
3. Pemetaan program kerja jangka pendek yang fokus pada peningkatan kapasitas anggota, pelatihan higienitas, serta sertifikasi dapur sehat.
Langkah cepat ini mencerminkan keseriusan pengurus baru dalam merespons tantangan sekaligus peluang yang terbentang di sektor pangan bergizi.
Pembentukan kepengurusan APPMBGI Sulsel di bawah komando Sri Wulandari bukan sekadar seremonial organisasi. Ini adalah gerakan kolektif untuk memastikan setiap dapur yang mengelola makanan bergizi baik untuk institusi pendidikan, rumah sakit, hingga program sosial pemerintah beroperasi dengan standar tertinggi.
Dengan pengalaman, jaringan, dan kepedulian sosial yang dimiliki Sri Wulandari, publik Sulawesi Selatan kini menanti gebrakan nyata APPMBGI dalam mewujudkan ekosistem pangan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, higienis, dan berkelanjutan.
(R/GRD)













