NATUNA – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, S.I.P., P.S.C., melanjutkan rangkaian kunjungan kerja hari kedua di wilayah Pulau Midai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (10/04/2026).
Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan aset strategis pertahanan, termasuk bangunan bekas markas Marinir serta calon lokasi pemasangan radar TNI AL.
Dalam agenda yang berlangsung sejak pagi hari tersebut, Danlanal didampingi oleh Pjs. Danposal Midai Kapten Laut (P) Agus, Camat Midai Zulfani Afwan, Camat Suak Midai Zulkifli, Kapolsek Midai Ipda Hawari Bate’e, Danramil Midai Serka Johan Syah, serta para kepala desa dan lurah se-Pulau Midai.
Rombongan pertama kali meninjau aset strategis di Kelurahan Sabang Barat, tepatnya di kawasan Gunung Air Kumpai. Lokasi tersebut diproyeksikan sebagai lahan pembangunan Radar TNI AL yang bertujuan memperkuat sistem pengawasan maritim terintegrasi di wilayah perbatasan.
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Desa Air Putih untuk meninjau lahan milik TNI AL yang diperuntukkan bagi Satuan Tugas (Satgas) Marinir.
Peninjauan ini mencakup bangunan bekas markas Marinir yang akan dioptimalkan kembali guna mendukung kesiapan operasional personel di garis terdepan.
Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan masyarakat Pulau Midai atas sambutan hangat serta kerja sama yang terjalin selama kunjungan.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana pertahanan di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Midai. Kami juga ingin memastikan kehadiran Pos TNI AL (Posal) Midai memberikan dampak positif bagi masyarakat di pelosok kepulauan,” ujar Danlanal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Posal Midai. Setelah itu, Danlanal dan rombongan bertolak menuju Selat Lampa menggunakan KAL Sengiap I.4-66 yang dikomandani Kapten Laut (P) Dian Sri Haryadi.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di dermaga, dihadiri oleh jajaran camat, kepolisian, TNI AD, Syahbandar, hingga para kepala desa.
Momen ini menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI AL dengan instansi lintas sektoral dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Kepulauan Natuna.
(Pen/grd)













