BKO Guskamla Koarmada III Gelar Latihan Tempur di Perairan Selat Dampier hingga Pasifik

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

JAKARTA – Dalam langkah strategis meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan profesionalisme prajurit, jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan dua kapal perang andalan di tengah pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) 2026.

Latihan bersama yang penuh dinamika ini berlangsung di perairan strategis, dari Selat Dampier hingga Samudera Pasifik, Jumat (3/4/2026).

Komandan Guskamla Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Elmondo Samuel Sianipar, secara langsung memimpin geladi tempur di atas geladak KRI Hampala-880.

Kedua unsur yang dikerahkan dalam skema BKO (Bawah Kendali Operasi) tersebut adalah KRI Hampala-880 dan KRI Gulamah-869. Latihan ini menjadi bukti nyata implementasi kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali tentang penguatan profesionalisme dan kesiapan operasional menjaga kedaulatan laut NKRI.

Di sela-sela patroli pengamanan laut, kedua KRI langsung beranjak dari posisi siaga ke mode latihan perang. Pimpinan lapangan menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan taktis serta meningkatkan koordinasi antar unsur dalam menghadapi beragam potensi ancaman di laut, mulai dari kontak permukaan hingga bahaya ranjau.

“Latihan ini adalah wujud kesiapan taktis. Kami ingin seluruh prajurit memahami bahwa di tengah operasi sekalipun, kesiapan tempur tidak boleh kendor,” ujar Laksamana Pertama Elmondo dalam keterangan pers yang diterima redaksi.

Untuk memastikan level kesiapan maksimal, materi yang dilaksanakan sangat komprehensif dan menantang, meliputi:

1. Minefield Transit – Teknik melewati area perairan yang dipasangi ranjau musuh.

2. Isyarat Bendera (Flag Hoist) – Kembali mengasah komunikasi visual klasik namun vital.

3. Replenishment at Sea Approach (RASAP) – Pendekatan pengisian daya dan logistik di laut lepas.

4. Latihan Peran Tempur Bahaya Kapal Permukaan – Simulasi siaga tempur menghadapi ancaman di atas gelombang.

BACA JUGA :  TNI Evakuasi Dua Jenazah Diduga Teroris Poso Dengan Heli Caracal

5. Peran Penyelamatan Kapal (PEK) – Drilling situasi darurat dan kerusakan kapal dalam kondisi tempur.

Usai latihan usai, kedua unsur KRI tidak serta merta mundur. Justru sebaliknya, KRI Hampala-880 dan KRI Gulamah-869 melanjutkan tugas operasi dengan melaksanakan patroli rutin pada sektor yang telah ditentukan.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi force multiplier untuk mendukung keberhasilan Opskamla 2026 dan memperkuat garis pertahanan di wilayah perbatasan timur Indonesia.

Dengan latihan yang dikemas dalam skema operasi nyata ini, TNI AL menunjukkan bahwa profesionalisme prajurit tidak hanya dibangun di atas doktrin, tetapi diuji di tengah gelombang Samudera Pasifik.

Kesimpulannya, kesiapsiagaan operasi TNI AL di bawah komando Laksamana Muhammad Ali kian solid, responsif, dan siap menjaga kedaulatan laut Indonesia kapan saja.

(GAS/PEN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *