NABIRE, 23 Maret 2026 – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas kelompok separatis bersenjata di Bumi Cenderawasih.
Tim Patroli Keamanan Komando Operasi (Koops) TNI Papua berhasil menggerebek sebuah sarang yang diduga milik Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu (21/3).
Operasi yang berlangsung cepat dan terukur ini membuahkan hasil signifikan. Aparat mengamankan sejumlah barang bukti krusial, di antaranya:
· Satu pucuk pistol jenis P1
· Satu pucuk senapan angin
· 14 butir munisi kaliber 5,56 mm
· 8 butir munisi kaliber 9 mm
· Satu lembar bendera Bintang Kejora
· Uang tunai dan perlengkapan lain yang diduga milik kelompok tersebut
“Seluruh barang bukti saat ini telah diamankan untuk kepentingan pengembangan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangan resminya, Senin (23/3).
Kronologi Penggerebekan: Dari Aktivitas Mencurigakan hingga Kontak Tembak
Letkol Wirya menjelaskan bahwa penggerebekan ini berawal dari laporan intelijen mengenai adanya aktivitas mencurigakan di lokasi yang diduga selama ini dijadikan tempat persembunyian kelompok bersenjata.
Saat pasukan melakukan penyisiran, terjadi kontak tembak dengan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berada di lokasi. Namun, tak lama berselang, kelompok tersebut melarikan diri ke arah hutan untuk menghindari kejaran aparat.
“Pasukan TNI berhasil mengendalikan situasi di lapangan dengan sangat baik. Tidak ada eskalasi lanjutan yang terjadi, dan kami memastikan operasi ini tidak mengganggu aktivitas warga sekitar,” tegas Wirya.
Lebih lanjut, Wirya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang terlibat di lapangan. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti nyata profesionalisme dan kesigapan aparat dalam menghadapi situasi genting.
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman. Semua tindakan dilakukan secara terukur dan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku,” tegasnya.
TNI menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli keamanan di wilayah-wilayah rawan gangguan, terutama di Papua Tengah. Selain tindakan tegas di lapangan, langkah-langkah preventif juga akan diperkuat untuk menciptakan situasi yang kondusif.
“Upaya ini kami lakukan tidak hanya untuk menjamin keamanan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua Tengah,” pungkas Wirya.
(Puspen)













