JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti Korps Marinir TNI AL. Dua putra terbaik bangsa gugur sebagai kusuma bangsa saat menjalankan tugas suci menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tanah Papua.
Mereka adalah Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10, yang gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (22/3) dini hari.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIT ini juga mengakibatkan satu prajurit lainnya, Kopda Marinir ES dari Yonmar 7, mengalami luka kritis. Senjata api milik prajurit dilaporkan dirampas dalam peristiwa tersebut.
Ketiga korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. R. Oetojo Sorong untuk mendapatkan penanganan intensif.
Di tengah duka, penghormatan tertinggi diberikan kepada para pahlawan. Senin (23/3/2026), suasana haru menyelimuti Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi secara langsung menghadiri upacara persemayaman dan pelepasan jenazah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio.
Sebelumnya, Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra, yang juga gugur dalam kontak senjata yang sama, telah lebih dulu diberangkatkan menuju kampung halamannya di Padang untuk dimakamkan secara militer.
Air mata membasahi para prajurit Marinir yang hadir. Mereka bukan hanya kehilangan rekan sejawat, tetapi juga saudara yang dengan gagah berani mengorbankan nyawa demi keutuhan bangsa. Kepergian kedua pahlawan ini meninggalkan luka mendalam, namun juga meninggalkan warisan keberanian yang abadi.














