Haru dan Khidmat di Laut Australia: Anak Buah Panglima TNI AL Rayakan Lebaran di KRI REM 331

KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331)
KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331)

TNI AL, Koarmada II – Di tengah gugurnya ombak Samudra Hindia, jauh dari hiruk-pikuk kampung halaman dan hangatnya pelukan keluarga, sebongkah baja kebanggaan Indonesia, KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331), berubah menjadi rumah sementara yang penuh makna.

Jumat (20/3), di perairan Jervis Bay, Australia, para prajurit yang merupakan anak buah dari Panglima TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, ini membuktikan bahwa tembok masjid bukanlah satu-satunya tempat untuk meraih ketenangan.

Meski sedang dalam tugas internasional yang melelahkan dalam rangka Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu-26, semangat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah tidak pernah luntur.

Di atas geladak kapal perang canggih buatan Belanda itu, suasana sederhana justru menyiratkan kehangatan yang luar biasa.

Geladak Kapal Menjadi Masjid, Keterbatasan Bukan Penghalang

Dengan penuh kekhusyukan, para awak KRI REM-331 melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah. Tidak ada mimbar megah atau karpet empuk, namun laut biru yang membentang luas menjadi saksi bisu kebersamaan mereka. Salat digelar dengan tertib di area helipad kapal, memanfaatkan setiap sudut yang memungkinkan untuk bersujud.

Keterbatasan ruang justru mengakumulasi kebersamaan. Takbir berkumandang di sela deru mesin kapal, menciptakan simfoni unik yang hanya bisa dirasakan oleh para prajurit yang bertugas di garis terdepan.

Halal Bihalal di Atas Ombak: Solidaritas Penguat Tugas Negara

Usai salat, suasana haru semakin terasa saat kegiatan halal bihalal dimulai. Para prajurit yang sedari tadi sigap menjaga kesiagaan kapal, kini meluangkan waktu untuk saling bersalaman, merangkul, dan saling memaafkan. Di momen itu, tidak ada pangkat atau jabatan; yang ada hanyalah rasa kekeluargaan yang mendalam.

Komandan KRI REM-331, Kolonel Laut (P) Andi Kristianto, M.Tr. Hanla., menyampaikan bahwa momen Lebaran di tengah tugas berat ini menjadi perekat emosional bagi seluruh kru.

BACA JUGA :  Marsma TNI Fairlyanto Serahkan Bingkisan Lebaran Lanud Abd Saleh

“Perayaan ini menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan dan solidaritas. Meskipun kami berada jauh dari tanah air, kekuatan keluarga besar KRI REM-331 justru terasah di sini. Ini adalah suntikan moral bagi kami sebelum melanjutkan tugas di Latma Kakadu-26,” ujarnya dengan nada haru.

Hidangan khas Lebaran yang disiapkan seadanya oleh para juru masak kapal pun terasa lebih istimewa. Aroma opor dan rendang yang semerbak di tengah gurihnya udara laut berhasil membawa sekelebat kenangan akan kampung halaman.

Di tengah perayaan yang penuh makna tersebut, Panglima Komando Armada II, Laksda TNI I G P Alit Jaya, turut memberikan apresiasi tinggi. Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, ia menekankan bahwa dedikasi prajurit KRI REM-331 adalah cerminan profesionalisme TNI AL di kancah internasional.

“Saya atas nama pimpinan mengucapkan selamat Idul Fitri. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi kalian yang terus menjaga nama baik bangsa di perairan Australia. Tetaplah solid dan jaga kesehatan. Keluarga besar Koarmada II bangga kepada kalian,” pesan Laksda Alit Jaya.

Lebaran Bermakna di Bawah Komando Panglima TNI AL

Bagi anak buah Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali ini, pengabdian tidak pernah mengenal kata libur. Di tengah luasnya samudra, mereka membuktikan bahwa menjadi seorang prajurit adalah tentang keikhlasan. Bahwa Lebaran bukan hanya tentang tempat, melainkan tentang hati yang kembali suci dan semangat kebersamaan yang tak pernah padam.

KRI REM-331 akan terus melanjutkan pelayarannya untuk mengikuti serangkaian Latma Kakadu-26, membawa semangat Idul Fitri sebagai modal utama dalam menjaga soliditas dan profesionalisme di kancah multilateral.

(Pen/2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *