KRI Bima Suci Misi Muhibah ke Mancanegara, Kapal Latih Kebanggaan Indonesia Siap Layari Dunia

KRI BIMA SUCI
KRI BIMA SUCI

SURABAYA  – Jelang pelayaran bersejarah Kartika Jala Krida (KJK) Tahun 2026, prajurit KRI Bima Suci menunjukkan kesiapan terbaiknya.

Di bawah komando Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, kapal latih tiang tinggi kebanggaan TNI AL ini tengah menjalani serangkaian pengecekan dan persiapan matang di Dermaga Koarmada II, Surabaya.

Puncak dari persiapan ini mendapat perhatian khusus dari pimpinan tertinggi. Kepala Staf Koarmada II, Laksma TNI Agam Endrasmoro, turun langsung meninjau kesiapan kapal pada Senin (16/3).

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Komando Armada II ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata untuk memastikan setiap aspek, baik personel maupun material, dalam kondisi prima.

“Pelayaran Kartika Jala Krida adalah misi kehormatan. KRI Bima Suci tidak hanya membawa prajurit terbaik, tetapi juga nama bangsa. Karena itu, kesiapan harus seratus persen,” tegas Laksma TNI Agam Endrasmoro di sela-sela peninjauan.

Kartika Jala Krida (KJK) bukan sekadar pelayaran biasa. Ini adalah program tahunan TNI AL yang memadukan pendidikan, latihan, dan diplomasi.

Dalam misi ini, KRI Bima Suci akan membawa para Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk mengarungi samudra dan mengunjungi berbagai negara sahabat.

Bagi para taruna, ini adalah kesempatan emas untuk mempraktikkan ilmu pelayaran yang didapat di bangku kuliah dalam kondisi nyata di laut lepas. Lebih dari itu, mereka akan berperan sebagai duta bangsa, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dan mempererat tali persahabatan dengan negara-negara yang disinggahi.

Komitmen TNI AL: Perkuat Diplomasi Maritim Global

Pelayaran muhibah ini juga menjadi instrumen penting diplomasi pertahanan Indonesia. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa TNI AL berkomitmen memperkuat kerja sama internasional.

BACA JUGA :  Batam Juara Umum STQ Walikota Janjikan Bonus Dua Kali Lipat

“KJK adalah wujud nyata diplomasi maritim. Selain menjaga kedaulatan, TNI AL juga harus berkontribusi aktif dalam menciptakan stabilitas keamanan maritim kawasan dan global,” ujar Kasal.

Dengan kesiapan yang maksimal, KRI Bima Suci diharapkan tidak hanya mampu menorehkan jejak di lautan, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan yang kokoh antara Indonesia dengan dunia.

(GAS/PEN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *