Tragedi Hercules Jatuh Uang Rp 1 Triliun Berserakan, Warga Jarah, Kini Dinyatakan Tak Berharga

Foto: (REUTERS/Claudia Morales) Baca artikel CNBC Indonesia "Pesawat Hercules Bawa Duit Rp 1 T Jatuh, Uangnya Dijarah Warga" selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260304103910-4-715835/pesawat-hercules-bawa-duit-rp-1-t-jatuh-uangnya-dijarah-warga Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/
Foto: (REUTERS/Claudia Morales)

BOLIVIA, 5 Maret 2026 – Suasana duka masih menyelimuti Bolivia menjelang akhir pekan suci ini. Sebuah tragedi memilukan sekaligus chaos sosial terjadi di Bandara Internasional El Alto, Bolivia, setelah sebuah pesawat angkut militer Hercules C-130 mengalami kecelakaan nahas usai mendarat pada Jumat pekan lalu.

Insiden tersebut tidak hanya menewaskan 24 orang, namun juga memicu aksi anarkis warga yang berebut uang tunai miliaran yang berserakan di lokasi kejadian. Kini, pemerintah setempat melalui Bank Sentral Bolivia (BCB) mengambil langkah drastis dengan membatalkan seluruh nilai uang yang diangkut dalam penerbangan maut tersebut.

Kronologi Kecelakaan dan Aksi Penjarahan Massal

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.15 waktu setempat, saat pesawat yang datang dari kota Santa Cruz mendarat di Bandara El Alto. Sumber terpercaya menyebutkan, pesawat nahas ini mengangkut muatan khusus dari Bank Sentral BCBB, yaitu 17,1 juta lembar uang kertas pecahan dengan total nilai mencapai 423 juta bolivianos (setara dengan Rp 1 triliun).

Seketika setelah pesawat tergelincir dan mengalami kerusakan parah, warga sekitar yang melihat kejadian tersebut bergegas menuju lokasi. Bukan untuk memberikan pertolongan, melainkan untuk menjarah uang tunai yang berhamburan keluar dari badan pesawat.

Rekaman video yang beredar luas menunjukkan pemandangan mengerikan: badan pesawat dan beberapa kendaraan di sekitarnya ringsek. Dalam video lainnya, terlihat kerumunan orang berlarian membawa amplop-amplop uang, sementara aparat kepolisian berusaha membubarkan mereka dengan tembakan gas air mata.

Situasi semakin tidak terkendali ketika massa yang hendak menjarah uang tidak hanya melarikan diri, tetapi juga berbalik melempari petugas dengan batu. Bahkan, insiden kekerasan juga menimpa awak media yang tengah meliput.

“Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia mengutuk keras aksi kekerasan yang tidak biasa. Saat kru berita meliput kecelakaan, mereka justru diserang oleh individu-individu yang mencoba mencuri uang,” demikian pernyataan resmi asosiasi tersebut seperti dikutip dari BBC.

BACA JUGA :  TNI AL Latih Perwira Marinir Masa Depan dengan Infiltrasi Udara Pakai Pesawat Casa NC 212 Aviocar

Laporan dari kantor berita AFP bahkan menyebutkan, pemerintah memperkirakan sekitar 30 persen dari total uang yang diangkut berhasil dijarah oleh massa.

Uang Hasil Jarahan Kini “Tak Berharga”

Menyikapi aksi penjarahan yang meresahkan dan sulit dikendalikan, pemerintah Bolivia melalui Bank Sentral (BCB) akhirnya mengumumkan kebijakan mengejutkan pada Rabu (4/3/2026). Semua uang kertas yang diangkut dalam penerbangan Hercules yang celaka tersebut resmi dinyatakan tidak berlaku atau tidak berharga.

Presiden BCB, David Espinoza, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa uang dengan seri B yang menjadi muatan pesawat tersebut tidak akan lagi diterima oleh pedagang dan lembaga keuangan.

“Saya ingin memperjelas kepada mereka yang mencoba mengambil uang dari pesawat yang terlibat dalam tragedi ini bahwa uang ini tidak memiliki nilai hukum. Upaya untuk menggunakan uang ini adalah kejahatan,” tegas Espinoza.

Masyarakat diimbau untuk segera memverifikasi keabsahan uang tunai yang mereka miliki melalui alat pencarian yang telah disediakan di situs web resmi BCB. Langkah ini diambil untuk mencegah peredaran uang hasil jarahan di masyarakat.

Menteri Pertahanan Bolivia, Marcelo Salinas, juga menambahkan imbauan keras. “Kami meminta semua pihak yang melakukan tindakan vandalisme di daerah ini untuk menahan diri. Hormati masa berkabung dan duka yang kami alami di masa sulit ini,” ujarnya.

Tragedi ini menjadi ironi yang mendalam. Di satu sisi, bangsa Bolivia berduka atas hilangnya 24 nyawa dalam kecelakaan penerbangan. Di sisi lain, aksi penjarahan yang terjadi justru mencoreng nilai kemanusiaan, dan berakhir dengan kerugian materiil bagi para pelaku yang kini menggenggam uang tak lagi bernilai.

(Grda/CNBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *