KRI Raden Eddy Martadinata 331 Berlayar ke Australia Ikuti Latma Kakadu 26

keberangkatan KRI Raden Eddy Martadinata-331
keberangkatan KRI Raden Eddy Martadinata-331

SURABAYA  – Suasana haru dan bangga menyelimuti Dermaga Madura Koarmada II Ujung, Surabaya, saat Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, secara langsung melepas keberangkatan KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) menuju Sydney, Australia.

Kapal perang kebanggaan Satuan Kapal Eskorta Koarmada II ini siap mengikuti Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu-26, sebuah panggung internasional yang menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim disegani di kawasan Indo-Pasifik.

‎Latihan Kakadu-26, yang digelar dua tahunan oleh Royal Australian Navy (RAN), kali ini memasuki edisi ke-17 sejak pertama kali diselenggarakan pada 1993.

Sebanyak 20 negara dari kawasan Asia-Pasifik turut serta, menjadikannya salah satu latihan maritim multilateral terbesar di wilayah tersebut.

Tujuan utama latihan ini adalah mempererat hubungan baik antarnegara guna menjaga stabilitas keamanan kawasan, meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam prosedur serta taktik operasi laut (maritime warfare), serta mengembangkan standar prosedur keamanan maritim sesuai norma internasional.

‎Keikutsertaan KRI REM-331 dalam Latma Kakadu-26 bukan sekadar rutinitas operasional. Ini adalah implementasi langsung dari Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di bidang Naval Diplomacy.

Melalui diplomasi angkatan laut, TNI AL terus memperkuat interoperabilitas dengan mitra negara sahabat, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta menegaskan peran Indonesia sebagai poros maritim dunia yang profesional, modern, dan berdaya gentar.

‎Dalam amanat pelepasannya, Pangkoarmada II menekankan betapa beratnya tanggung jawab yang diemban para prajurit. “Kalian tidak hanya membawa nama Koarmada II, tetapi juga nama besar Tentara Nasional Indonesia di mata dunia internasional,” ujar Laksda TNI I G. P. Alit Jaya dengan nada tegas namun penuh kebanggaan. Ia mengingatkan seluruh personel untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi disiplin, profesionalisme, dan militansi sebagai prajurit Jalasena.

BACA JUGA :  Pencetus Razia Perut Lapar, Bripka Zulhamsyah dinobatkan Sebagai Pemuda Terpengaruh di Kepri

“Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI di mana pun berada. Jaga nama baik bangsa dan negara dengan segenap jiwa raga,” tambahnya, menyentuh hati para prajurit yang siap berlayar jauh demi kehormatan Merah Putih.

‎Momentum ini sekaligus menjadi ajang emas bagi prajurit TNI AL untuk mengasah kemampuan di lingkungan multinasional, memperdalam pemahaman taktik bersama, dan membangun kepercayaan global terhadap kekuatan laut Indonesia.

Di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang semakin kompleks, partisipasi aktif dalam latihan seperti Kakadu-26 menunjukkan bahwa TNI AL tidak hanya siap menjaga kedaulatan NKRI, tetapi juga berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas regional.

‎Program Prioritas KASAL Muhammad Ali di bidang Naval Diplomacy terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan internasional, termasuk latihan bersama, kunjungan kapal, dan pertukaran personel.

Hal ini sejalan dengan visi TNI AL untuk menjadi kekuatan maritim yang unggul, modern, dan berintegritas, demi mendukung cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia.

‎Demikian rilis berita dari Dinas Penerangan Angkatan Laut. Jalesveva Jayamahe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *