Dari Dapur ke Hati Bangsa: APPMBGI Dipimpin Abdul Rivai Ras Kawal Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Ketua Umum APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng
Ketua Umum APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng

GURINDAM.ID – Di tengah upaya nasional membangun generasi Indonesia yang sehat dan cerdas, hadir sebuah inisiatif yang menyentuh hati: Asosiasi Pengusaha & Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI).

Organisasi ini bukan sekadar wadah bisnis, melainkan jembatan yang menghubungkan para pengusaha dapur dengan mimpi besar pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberi makan bergizi gratis bagi jutaan anak bangsa.

Bayangkan senyum anak-anak desa yang akhirnya bisa belajar dengan perut kenyang, atau ibu-ibu yang tak lagi khawatir akan gizi buruk keluarganya ini adalah cerita haru yang APPMBGI janjikan untuk wujudkan.

Dibentuk sebagai respons terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu janji utama Presiden Prabowo Subianto, APPMBGI memfokuskan diri pada fondasi paling dasar: operasional dapur penyedia makanan.

Di sini, para pengusaha dan pengelola dapur bukan lagi bekerja sendirian di balik panci mendidih, mereka bersatu dalam sinergi nasional yang penuh semangat. “APPMBGI adalah wadah kolaborasi nasional bagi pengusaha dan pengelola dapur dalam mendukung program makan bergizi gratis secara berkelanjutan,” ujar Ketua Umum APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dengan nada penuh keyakinan yang menggugah.

 

Program Makan Bergizi Gratis Prabowo bukan hanya kebijakan, tapi panggilan hati untuk mengatasi stunting dan kekurangan gizi yang selama ini membayangi masa depan anak Indonesia.

Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 21,6% anak di bawah lima tahun mengalami stunting pada 2022 angka yang menyedihkan dan mendesak perubahan.

APPMBGI hadir untuk mengubah narasi itu, dengan memperkuat peran pengusaha dapur sebagai garda terdepan. Mereka yang setiap hari bergelut dengan bahan makanan segar, resep bergizi, dan distribusi tepat waktu, kini punya rumah bersama untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi.

Abdul Rivai Ras, sang ketua, menekankan betapa krusialnya asosiasi ini. “Para pengusaha dan pengelola dapur bekerja dari garis paling depan dan memiliki peran strategis dalam memastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, dan berkelanjutan,” katanya.

Bayangkan betapa emosionalnya momen ketika seorang pengelola dapur di pedalaman Papua berhasil menyajikan nasi hangat dengan lauk bergizi untuk ratusan siswa sekolah dasar, berkat pelatihan dari APPMBGI. Ini bukan mimpi kosong; ini realitas yang sedang dibangun.

Lebih dari sekadar forum diskusi, APPMBGI bertujuan menjadi penyedia standar operasional yang ketat, program pelatihan intensif, dan advokasi kebijakan yang pro-pengusaha.

Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kualitas tata kelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), menjamin keamanan pangan dari hulu ke hilir, serta memperkuat ekosistem kerja sama antara pengusaha, pengelola dapur, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan struktur kelembagaan yang solid, APPMBGI siap berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat Indonesia secara menyeluruh sebuah visi yang membuat hati bergetar, karena ini tentang masa depan bangsa.

Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng
Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng

Siapa Abdul Rivai Ras? Sosok Pemimpin dengan Latar Belakang Menginspirasi

Di balik APPMBGI, ada sosok Abdul Rivai Ras yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga penuh dedikasi emosional terhadap negeri. Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 24 September 1967, Abdul Rivai adalah anak dari R. A. Dg. Sirappi dan Hj. Azizah.

Kehidupan awalnya di tanah Bugis yang kaya budaya membentuk karakternya yang tangguh dan peduli sesama. Ia menikah dengan dr. Hj. Dwi Nindya Ayu N.B., M.Si., dan dikaruniai dua anak: Muhammad Alif Andyva, S.IP., M.Sc., serta dr. Azizah Fitriayu Andyra. Keluarga ini menjadi sumber inspirasi baginya, mengingatkannya akan pentingnya gizi sejak dini untuk generasi penerus.

Pendidikan Abdul Rivai Ras adalah cerita sukses yang memotivasi. Ia menyelesaikan S1 Teknik Arsitektur dan Perencanaan di Universitas Hasanuddin pada 1992, diikuti S2 Manajemen Stratejik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (2000), S2 Kajian Stratejik Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia (2001), S2 Ilmu Politik dan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia (2003), serta S3 Ilmu Politik dengan fokus Politik Kebijakan Pertahanan di Universitas Indonesia (2010).

Pendidikan militer pun tak kalah impresif: mulai dari Dikpa PK ABRI Angkatan I (1993), Dik Orientasi Matra Laut (1994), hingga Seskoal Angkatan 48 (2010), dan National Security Leadership di George Washington University, AS (2014).

Tak berhenti di situ, Abdul Rivai juga menempuh berbagai kursus internasional yang memperkaya wawasannya. Dari Resolusi Konflik di Clingendael, Belanda (2002), hingga Comprehensive Maritime Security Cooperation di APCSS, Hawaii (2019).

Pengalaman ini membentuknya menjadi pemimpin holistik yang memahami bagaimana kebijakan pertahanan bisa beririsan dengan isu sosial seperti gizi nasional.

Karier militernya pun gemilang. Sebagai Laksamana Muda (Laksda) TNI AL, ia pernah menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI. Pengalaman ini membuatnya paham betul bagaimana koordinasi nasional bisa mengubah kehidupan rakyat. Kini, di APPMBGI, ia menerapkan disiplin militer untuk memastikan program makan bergizi gratis berjalan efisien dan berdampak.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD I) APPMBGI Provinsi Kepri oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng. kepada Muh Nasrul Arsyad, S.H., M.Si.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD I) APPMBGI Provinsi Kepri oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, kepada Muh Nasrul Arsyad, S.H., M.Si.

Dampak Emosional APPMBGI: Dari Dapur ke Hati Masyarakat

Bayangkan seorang ibu di kampung nelayan Sulawesi yang setiap pagi melihat anaknya berangkat sekolah dengan tas berisi makanan bergizi dari dapur MBG. Ini bukan fiksi; ini potensi nyata yang APPMBGI dorong. Asosiasi ini tak hanya tentang bisnis, tapi tentang empati.

Tantangan operasional seperti rantai pasok bahan makanan, standar higienis, dan distribusi ke daerah terpencil seringkali membuat pengusaha dapur merasa sendirian. APPMBGI hadir sebagai sahabat, menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas, sehingga makanan yang disajikan tak hanya mengenyangkan tapi juga membangun imunitas anak-anak.

Dalam konteks Program Makan Bergizi Gratis Prabowo, APPMBGI menjadi katalisator. Presiden Prabowo, yang dikenal dengan komitmennya terhadap kesejahteraan rakyat, melihat program ini sebagai investasi jangka panjang.

Dengan anggaran triliunan rupiah, program ini targetkan 82,9 juta siswa SD hingga SMA. Namun, tanpa pengusaha dapur yang profesional, mimpi ini bisa pupus. Di sinilah APPMBGI berperan, memastikan setiap piring makanan membawa harapan.

Emosionalnya, inisiatif ini menyentuh isu ketidakadilan sosial. Di kota besar seperti Jakarta, anak-anak mungkin mudah akses gizi, tapi di Papua atau Natuna? APPMBGI mendorong kolaborasi lintas pulau, menciptakan jaringan yang inklusif. “Kami ingin meningkatkan profesionalisme pengelolaan makanan bergizi,” kata Abdul Rivai, suaranya penuh semangat yang menginspirasi.

Masa Depan Cerah dengan APPMBGI

Dengan APPMBGI, ekosistem Program Makan Bergizi Gratis semakin kuat. Asosiasi ini bukan akhir, tapi awal dari perubahan besar. Para pengusaha dapur kini punya advokasi untuk kebijakan yang mendukung, seperti subsidi bahan pokok atau teknologi pengawetan makanan. Hasilnya? Generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing global.

Abdul Rivai Ras, dengan latar belakangnya yang kaya, menjadi teladan. Dari anak Bone yang sederhana menjadi pemimpin nasional, ceritanya menginspirasi kita semua untuk berkontribusi. APPMBGI bukan hanya organisasi ini gerakan hati untuk Indonesia emas.

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) resmi berdiri dan telah mendapatkan pengesahan pemerintah melalui Keputusan Menteri Hukum RI pada tanggal 18 Juli 2025.

Langkah bersejarah ini menandai babak baru dalam tata kelola program strategis nasional yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat. Dengan status legal formal, APPMBGI siap menjadi organisasi induk (umbrella organization) yang memayungi berbagai elemen pendukung program MBG di seluruh Indonesia.

Apa Itu APPMBGI?

APPMBGI adalah organisasi non-pemerintah yang dirancang sebagai rumah besar bagi ekosistem Makan Bergizi Gratis. Bukan sekadar asosiasi biasa, APPMBGI menjadi wadah koordinasi dan harmonisasi bagi:

· Berbagai asosiasi dan himpunan usaha

· Komunitas peduli ekosistem MBG

· Pelaku usaha dan pengelola dapur (kelompok maupun individu)

· Seluruh elemen pendukung program Makan Bergizi Gratis di tanah air

Kehadiran APPMBGI lahir dari kesadaran kolektif bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki kompleksitas tinggi sekaligus dampak jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa. Lebih dari sekadar program pembagian makanan, inisiatif ini adalah investasi strategis pembangunan sumber daya manusia yang diamanatkan konstitusi.

Visi Besar: Mitra Strategis Negara

APPMBGI tidak sekadar menjadi perkumpulan. Organisasi ini bertekad hadir sebagai mitra strategis negara dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan tata kelola yang:

· Profesional – Mengedepankan standar operasional terbaik

· Akuntabel – Transparan dan dapat dipertanggungjawabkan

· Aman – Menjamin keamanan pangan dan gizi

· Berkelanjutan – Dapat terus berjalan dan berdampak jangka panjang

6 Misi Utama APPMBGI: Lebih dari Sekadar Mengelola Dapur

Sebagai organisasi payung, APPMBGI mengemban sejumlah misi strategis untuk memajukan ekosistem Makan Bergizi Gratis:

1. Wadah Pemersatu Ekosistem MBG

APPMBGI menjadi rumah besar bagi pengusaha dan pengelola dapur sehat di seluruh Indonesia. “Kami mewadahi semangat dan potensi pelaku MBG untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita program ini. Di sini, kita tidak berjalan sendiri, melainkan bahu-membahu membangun standar kualitas terbaik,” demikian pernyataan resmi pengurus APPMBGI.

2. Pusat Pengembangan SDM Unggul

Kualitas makanan bergizi berawal dari kualitas sumber daya manusianya. APPMBGI berkomitmen menjadi pusat pendidikan, pelatihan, dan pembekalan. Program peningkatan kompetensi, riset, dan inovasi akan rutin digelar agar anggota tidak hanya patuh pada standar, tetapi mampu melampaui ekspektasi dalam menyajikan makanan sehat.

3. Mitra Strategis Pemerintah

Masalah gizi nasional tidak bisa diselesaikan sendiri. APPMBGI aktif menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah, pakar gizi, dan berbagai lembaga dengan tiga target utama:

· Memenuhi asupan gizi nasional – Memastikan program tepat sasaran

· Memberantas gizi buruk dan stunting – Menjadi garda terdepan intervensi gizi

· Memberdayakan ekonomi lokal – Mendorong penggunaan bahan baku dan tenaga kerja lokal

4. Inkubator Potensi Anggota

Setiap pengusaha dan pengelola dapur memiliki potensi luar biasa. APPMBGI hadir menggali, mewadahi, dan mengembangkan potensi tersebut melalui program peningkatan kompetensi berkelanjutan, memastikan setiap anggota selalu up-to-date dengan standar keamanan pangan, inovasi menu, dan manajemen dapur modern.

5. Lembaga Advokasi dan Pendampingan

Perjalanan mewujudkan program sebesar ini pasti penuh tantangan. APPMBGI berperan sebagai mitra pendamping yang siap memberikan:

· Pendampingan teknis – Bantuan langsung operasional dapur

· Advokasi kebijakan – Jembatan aspirasi anggota ke pengambil kebijakan

· Jaringan kerjasama – Fasilitasi kemitraan strategis

6. Jembatan Komunikasi Efektif

APPMBGI menjadi wadah konsultasi dan komunikasi dua arah antara anggota dengan pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan komunikasi terbuka, setiap kebijakan dapat diimplementasikan dengan baik, dan masukan lapangan dapat didengar para pengambil keputusan.

Dampak Strategis bagi Program MBG

Dengan hadirnya APPMBGI, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan memiliki fondasi organisasi yang lebih kokoh. Keberadaan asosiasi resmi ini memungkinkan:

1. Standardisasi kualitas dapur dan layanan MBG di seluruh Indonesia

2. Efisiensi koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha

3. Perlindungan hukum bagi anggota asosiasi

4. Akselerasi pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM

5. Pengawasan mutu yang lebih terstruktur.

(Grd/rky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *