Arif Badruddin Raih Gelar Doktor ke 75 Universitas Pertahanan, Ciptakan Model Ekosistem AI untuk Ketangguhan Militer

Laksamana Pertama TNI DR.Arif Badrudin, M.Mgt., Stud.,
Laksamana Pertama TNI DR.Arif Badrudin, M.Mgt., Stud.,

BOGOR – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) kembali melahirkan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi pertahanan.

Arif Badruddin resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pertahanan ke-75 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Terbuka Program Doktor (S3) Konsentrasi Teknologi Pertahanan Cohort-4, Senin (19/1) di Kampus Bela Negara Sentul, Bogor.

Dalam sidang yang berlangsung di Aula Merah Putih tersebut, Arif Badruddin memaparkan disertasi berjudul “Model Ekosistem Kecerdasan Artifisial guna Membangun Talenta Kecerdasan Artifisial yang Kompeten untuk Meningkatkan Ketangguhan TNI Angkatan Laut”.

Penelitian ini menjawab tantangan strategis TNI AL dalam mengamankan wilayah laut yurisdiksi nasional yang luas dan dinamis, yang setiap harinya dilintasi ribuan kapal dengan potensi ancaman yang beragam.

Dokumen Foto Unhan
Dokumen Foto Unhan

Pentingnya Integrasi AI dalam Pertahanan Maritim

Disertasi Arif menyoroti urgensi pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (KA) atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengumpulan data cepat, analisis akurat, serta pengambilan keputusan taktis di bidang keamanan maritim.

Namun, ia mengidentifikasi bahwa tingkat penguasaan teknologi AI oleh prajurit dan ASN TNI AL masih perlu ditingkatkan agar potensi teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

Melalui pendekatan kuantitatif, Arif mengevaluasi pengaruh pelatihan di empat bidang utama: Data Engineering, Machine Learning, Data Science, dan Software Engineering terhadap peningkatan kompetensi personel TNI AL.

Hasilnya signifikan. Menggunakan analisis Paired t-test, penelitian ini menunjukkan peningkatan kompetensi yang nyata pada seluruh materi pelatihan (p < 0,05). Peningkatan skor rata-rata tertinggi tercatat pada pelatihan Machine Learning, disusul oleh Data Engineering, Data Science, dan Software Engineering.

Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa pelatihan terstruktur dan integrasi teknologi AI melalui Model Ekosistem Kecerdasan Artifisial merupakan strategi efektif dalam meningkatkan ketangguhan dan kapabilitas TNI AL menghadapi tantangan keamanan laut yang semakin kompleks.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Ketua Sidang Mayjen TNI Dr. Mitro Prihantoro, S.AP., M.Sc., yang juga bertindak sebagai Penguji Internal I. Proses ujian melibatkan sejumlah akademisi dan pakar terkemuka, antara lain:

Dewan Promotor, Promotor: Laksda TNI (Purn) Prof. Dr. Ir. Siswo Hadi Sumantri, S.T., M.Tr. Opsla., IPU., CIQaR., ASEAN Eng. Co-Promotor I: Marsma TNI (Purn) Prof. Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc., CEH., CIQaR., IPM., ASEAN Eng.

Co-Promotor II: Laksda TNI (Purn) Dr. Ir. I Nengah Putra Apriyanto, S.T., M.Si. (Han)., IPU., ASEAN Eng., ACPE., CIPA.

Dewan Penguji Internal:

Kolonel Laut (T)(Purn) Prof. Dr. Ir. Aris Sarjito, S.T., M.AP., IPU., ACPE., CIQaR., ASEAN Eng.

Kolonel Laut (E) Dr. H.A. Danang Rimbawa, S.Si., M.T., M.Tr.Opsla., C.E.H., CSBA., IPM., ASEAN Eng.

Kolonel Cpl Dr. Linus Yoseph Wawan Rukmono, S.T., M.T. (Sekretaris Sidang)

Dewan Penguji Eksternal: Hendry, S.Kom., M.Kom., Ph.D, Dr. Indrajani, S.Kom., M.Kom.

 

Dengan capaian ini, Arif Badruddin resmi menjadi Doktor ke-75 Universitas Pertahanan RI. Melalui sidang promosi ini, Unhan RI kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan doktor-doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi strategis bagi penguatan sistem pertahanan negara.

Riset yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi mutakhir guna mendukung keamanan maritim nasional, sejalan dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *