Ahmad Sapuari Dorong Kapal RoRo Segera Sandar di Pulau Laut Natuna Langkah Keadilan bagi Warga Perbatasan

Anggota DPRD Natuna, H. Ahmad Sapuari
Anggota DPRD Natuna, H. Ahmad Sapuari

PULAU LAUT, NATUNA – Di tengah riak ombak Laut Natuna yang tak pernah berhenti, suara harapan kembali bergema dari masyarakat Kecamatan Pulau Laut, wilayah terluar yang menjadi garda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Anggota DPRD Kabupaten Natuna, Ahmad Sapuari, menegaskan pentingnya kehadiran layanan kapal roll on roll off (RoRo) langsung ke Pulau Laut sebagai wujud keadilan dan pemerataan pembangunan.

Aspirasi Warga Pulau Terdepan

Dalam pernyataannya, Ahmad Sapuari menekankan bahwa akses transportasi bukan sekadar soal mobilitas, melainkan pintu menuju kesejahteraan.

“Bayangkan, dengan RoRo, ikan segar nelayan bisa langsung dibawa ke pasar tanpa rusak, hasil pertanian melimpah, dan mobilitas warga sehari-hari menjadi jauh lebih mudah. Ini akan membuka pintu ekonomi dan kesejahteraan yang selama ini tertutup rapat,” ujarnya penuh semangat.

Harapan itu dikemukakan atas usulan masyarakat pulau laut sangat mendambakan transportasi tersebut mengingat kondisi Pulau Laut Saat Ini, Luas wilayah: 37,64 km² (sekitar 1,9% dari total luas Kabupaten Natuna). Jumlah penduduk: 2.259 jiwa (BPS 2019).

Sementara potensi ekonomi: perikanan laut dan perkebunan kelapa. Sedangkan Aksesibilitas: 6 jam perjalanan laut dari Ranai, ibu kota Natuna; 2–3 hari dari Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepri.

Meski pembangunan terus digencarkan mulai dari listrik 24 jam, embung air bersih, menara BTS 4G, hingga dermaga pelabuhan isolasi geografis masih menjadi tantangan besar.

Sejak akhir 2025, KMP Bahtera Nusantara 01 telah menjadi tulang punggung konektivitas Natuna dengan trayek reguler ke Sedanau, Midai, Subi, Serasan, Penagi, hingga lintas provinsi ke Anambas dan Sintete. Namun, rute langsung ke Pulau Laut masih sebatas harapan.

Jadwal terbaru Februari 2026 menunjukkan kapal ini tetap aktif melayani lintasan Natuna, dengan rencana penyesuaian rute besar tahun ini.

Kehadiran RoRo khusus ke Pulau Laut diyakini akan menjadi game changer: mengubah isolasi menjadi peluang, dan kesulitan menjadi kemajuan.

Pulau Laut: Mutiara di Ujung Utara

Letak Pulau Laut yang berbatasan dengan Vietnam dan Malaysia menjadikannya wilayah strategis sekaligus rawan.

Pemerintah telah menempatkan aparat TNI-Polri serta Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Sekatung untuk memastikan keamanan wilayah.

Ahmad Sapuari menutup pernyataannya dengan penuh haru, “Pulau Laut adalah mutiara di ujung Natuna Utara. Kita harus memastikan mutiara ini tetap berada dalam pangkuan Ibu Pertiwi, harapan inilah yang menjadi catatan untuk usulan pemerintah bagian dari aspirasi warga dikala masa reses kami di Pulau Laut,” lugas kader partai PKS.

(Grd)

 

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *