TNI AL Kunci Sukses Giant Sea Wall: Pemetaan Dasar Laut oleh Pushidrosal Jadi Pondasi Mega Proyek Nasional

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali

JAKARTA – Guna memastikan kelayakan dan keamanan pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) di Ibu Kota, TNI Angkatan Laut melalui Pusat Hidro-Oseanografi (Pushidrosal) mengambil peran strategis.

Tim ahli hidro-oseanografi dikerahkan untuk melakukan pemetaan detail kondisi bawah laut, menyediakan data akurat sebagai pondasi teknis megaproyek strategis nasional tersebut. Komitmen ini ditegaskan dalam peringatan Hari Hidrografi TNI AL 2026 yang mengusung semangat “Petakan Laut Demi Kesejahteraan Bangsa”.

Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya Budi Purwanto, menyatakan lembaganya memberikan dukungan penuh dan kontribusi aktif dalam program pembangunan nasional, termasuk Giant Sea Wall. Dukungan tersebut diwujudkan melalui survei dan pemetaan laut menyeluruh untuk keperluan perencanaan.

“Pushidrosal berkontribusi aktif dalam berbagai program strategis, termasuk melakukan survei pemetaan laut untuk perencanaan pembangunan Giant Sea Wall,” ujar Budi Purwanto dalam acara syukuran Hari Hidrografi TNI AL di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, sepanjang 2025, Pushidrosal telah bekerja keras menyajikan data akurat mengenai medan bawah laut Indonesia. Selain untuk tanggul raksasa, keahlian timnya juga diterapkan dalam menata pipa dan kabel bawah laut agar tertib dan tidak mengganggu alur pelayaran.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Ia menegaskan bahwa Pushidrosal telah berkembang menjadi lebih dari sekadar unit pendukung pertahanan.

“Pushidrosal memainkan peran strategis. Mereka menjadi akselerator pembangunan sekaligus penjaga keamanan negara,” tegas Kasal Muhammad Ali.

Menurut Kasal, kontribusi Pushidrosal membuktikan TNI AL tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan (hard power), tetapi juga menjadi penggerak kemajuan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan (soft power).

Sebagai bukti kemajuan kemampuan pemetaan tersebut, dalam kesempatan yang sama diluncurkan secara resmi Buku Indeks Hidro-Oseanografi Nasional (IHONAS) Edisi 2026. Buku ini diproyeksikan menjadi rujukan utama bagi pemerintah, peneliti, dan pelaku industri dalam mengelola potensi laut Indonesia secara berkelanjutan dan tepat guna.

Peringatan Hari Hidrografi tahun ini mengusung tema “Petakan Laut Demi Kesejahteraan Bangsa untuk Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas”. Tema ini sejalan dengan visi jangka panjang TNI AL dan pemerintah.

Dengan dukungan data hidro-oseanografi yang mutakhir dari Pushidrosal, pembangunan infrastruktur maritim seperti Giant Sea Wall diharapkan dapat berjalan dengan presisi dan minim risiko. Ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat fondasi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Keberhasilan dalam proyek strategis ini tidak hanya akan mengamalkan Ibu Kota dari ancaman rob, tetapi juga menjadi showcase kemampuan teknologi dan keahlian anak bangsa di bidang kelautan. Semua itu bertujuan mendukung terwujudnya cita-cita Indonesia menjadi Negara Maritim yang Mandiri, Maju, dan Disegani Dunia pada 2045 mendatang.

(Gea)

Editor: Riky rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *