BANDUNG BARAT – Dalam komitmen yang penuh kehangatan dan tanggung jawab, TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengulurkan tangan kepada keluarga para prajurit Marinir yang gugur dalam bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kepala Staf TNI AL (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, secara resmi memastikan dukungan menyeluruh, termasuk beasiswa hingga sarjana dan kemudahan bergabung dengan TNI bagi putra-putri mereka yang ditinggalkan.
”TNI AL memberikan beasiswa kepada putra putri korban sampai dengan sarjana, diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban,” tegas Ali dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (29/01). Langkah ini, menurutnya, adalah bagian dari hak yang wajib diberikan kepada keluarga prajurit yang telah gugur dalam tugas.
Tidak berhenti di beasiswa, KSAL Muhammad Ali juga menegaskan pemberian santunan kepada keluarga para pahlawan yang gugur. Pernyataan ini menjadi pelipur lara di tengah duka mendalam yang menyelimuti korps Marinir dan keluarga korban.
Bencana tanah longsor yang menerjang lokasi latihan itu telah merenggut nyawa lima prajurit Marinir terbaik. Hingga Rabu (28/01), tim SAR gabungan dan prajurit TNI AL berhasil mengevakuasi kelima jenazah, yaitu:
Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio.
Kelima jenazah pahlawan telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan dengan upacara militer yang penuh kehormatan.
Sementara itu, untuk 18 prajurit Marinir lain yang masih dinyatakan hilang, operasi pencarian terus digencarkan tanpa henti. KSAL mengungkapkan, TNI AL telah menerjunkan sedikitnya 200 personel Marinir untuk membantu proses evakuasi di lokasi longsor Cisarua.
Operasi SAR kali ini didukung dengan teknologi mutakhir untuk memperluas jangkauan dan akurasi pencarian. Beberapa alat yang diterapkan meliputi:
Drone untuk pemetaan area, Sensor thermal untuk deteksi panas tubuh
Unit anjing pelacak (K9), Alat berat untuk menyisir material longsor yang luas dan dalam.
Dengan segala upaya dan doa yang dikerahkan, KSAL Muhammad Ali berharap dan berdoa agar ke-18 personel terbaik Marinir yang masih hilang dapat ditemukan dalam keadaan selamat, atau setidaknya segera ditemukan untuk dapat dipulangkan kepada keluarganya.
(Gas/pen)













