MEDAN – Kebanggaan nasional kembali menyentuh bumi pertiwi. Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 (SIM-367) bersandar dengan gagah di Dermaga 002 Pelabuhan Bandar Deli, Belawan, Medan, pada Selasa (27/1/2026).
Kedatangan kapal ini menandai suksesnya misi perdamaian dunia sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI pada Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P/UNIFIL di Lebanon, di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Satgas yang dipimpin secara langsung oleh Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Komandan KRI (Danbrig) ini disambut meriah oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Belawan.
Upacara penyambutan dipimpin langsung oleh Dankodaeral I Belawan, Laksda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., didampingi Brigjen TNI (Mar) Ali Bahar Saragih, S.E., M.M. selaku Wadan.
“Selamat datang di tanah air. Keberhasilan ini adalah bukti nyata profesionalisme prajurit TNI AL yang tangguh dan diakui di kancah internasional. Anda semua adalah duta bangsa yang membawa harum nama Indonesia,” tegas Laksda TNI Deny Septiana dalam sambutannya di hadapan awak kapal.
Misi ini dilaksanakan dalam rangka mendukung komitmen TNI Angkatan Laut yang selalu berkembang dan maju di bawah kepemimpinan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Keikutsertaan KRI SIM-367 dalam UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) memperkuat posisi Indonesia sebagai negara aktif penjaga stabilitas global.
KRI SIM-367 tercatat telah melaksanakan penugasan operasi perdamaian PBB selama kurang lebih satu tahun penuh, mulai 17 Januari 2025 hingga 3 Januari 2026. Tugas utama kapal dan awaknya adalah menjaga stabilitas keamanan maritim, mengawasi gencatan senjata, dan mencegah penyelundupan senjata ilegal di perairan Lebanon.
Persinggahan di Belawan direncanakan berlangsung selama tiga hari. Dalam masa singgah ini, KRI SIM-367 akan melakukan pengisian ulang logistik dan bahan bakar (replenishment at sea) secara penuh untuk mendukung kelancaran perjalanan tahap akhir menuju home base atau pangkalan induknya.
Keberhasilan penugasan ini bukan sekadar tugas militer biasa. Ini merupakan diplomasi maritim nyata yang menunjukkan kapabilitas tinggi alutsista dan personel TNI AL. Setiap awak kapal yang terlibat telah menjadi duta bangsa, memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang bertanggung jawab dan cinta damai di mata dunia.
“Ini adalah wujud nyata dari perintah harian Kasal untuk selalu berkembang dan maju. Kita tidak hanya kuat di wilayah nasional, tetapi juga berkontribusi aktif bagi perdamaian dunia,” jelas seorang pejabat TNI AL di lokasi.
Setelah proses logistik di Belawan selesai, KRI Sultan Iskandar Muda-367 akan melanjutkan pelayaran terakhirnya untuk kembali ke markas besar, disambut kemenangan dan reunifikasi dengan keluarga besar TNI AL.
(Grd/pen)













