Sinergi TNI AL dan Unhan RI Cetak SDM Maritim Berteknologi Tinggi, Kasal Apresiasi Peran Strategis FTTP

Dengan langkah strategis ini, TNI AL dan Unhan RI menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan keamanan maritim abad ke-21 yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.
Dengan langkah strategis ini, TNI AL dan Unhan RI menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan keamanan maritim abad ke-21 yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

JAKARTA – Dalam upaya konkret memperkuat pilar sumber daya manusia (SDM) dan teknologi pertahanan maritim, TNI Angkatan Laut (AL) dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menyelaraskan langkah strategis. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menerima audiensi para Kepala Program Studi (Kaprodi) Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) Unhan RI di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

‎Pertemuan ini meneguhkan komitmen bersama dalam membangun kemandirian dan ketangguhan sistem pertahanan nasional, khususnya di domain maritim yang menjadi poros masa depan Indonesia.

‎Dalam sambutannya, Kasal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran strategis Unhan RI, khususnya FTTP. “FTTP memiliki peran kunci dalam mencetak perwira dan akademisi pertahanan yang memiliki kompetensi teknis dan teknologis yang unggul,” ujarnya.

‎Kasal menekankan bahwa FTTP Unhan RI tidak hanya bertugas mendidik calon pemimpin militer, tetapi juga sipil, yang profesional di bidang teknik dan teknologi pertahanan. Nilai lebih yang dibangun adalah integritas, nasionalisme, dan pemahaman mendalam tentang pengelolaan teknologi pertahanan yang menjadi tulang punggung kekuatan militer modern.

‎FTTP Unhan RI: Ujung Tombak Pendidikan Teknologi Pertahanan

‎Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) Unhan RI dikenal sebagai institusi pencetak ahli-ahli pertahanan yang menguasai sains dan teknologi. Fokusnya adalah menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan kompleks pertahanan masa depan, mulai dari siber, kendaraan udara tanpa awak (drone), sistem senjata, hingga teknologi kapal selam.

‎Sinergi dengan TNI AL menjadi krusial untuk memastikan kurikulum dan penelitian yang dikembangkan selaras dengan kebutuhan operasional dan strategis di lapangan, sekaligus membuka jalan bagi inovasi dan alih teknologi.

‎Audiensi yang berlangsung hangat dan konstruktif ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari sisi TNI AL, Kasal didampingi oleh:

‎· Aspers Kasal, Laksda TNI Dr. Bambang Irwanto

‎· Kadisdikal, Laksma TNI Dodi Agus Prasetyo

‎Sementara dari FTTP Unhan RI, hadir para Kaprodi andalan, Kolonel Laut (E) Danang Arimbawa, Kolonel Laut (KH) Mugi Surono, Kolonel Laut (T) Immanuel Dindin, Kolonel Laut (T) Dangan Waluyo.

 

‎Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen bersama. Kolaborasi TNI AL dan Unhan RI, khususnya melalui FTTP, dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun pertahanan maritim Indonesia yang mandiri, inovatif, dan berbasis teknologi.

‎Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian teknologi pertahanan dalam negeri, mendukung program pembangunan kekuatan TNI AL (Minimum Essential Force hingga Ideal Minimum Force), dan pada akhirnya meningkatkan kedaulatan dan ketahanan nasional di laut.

‎Dengan langkah strategis ini, TNI AL dan Unhan RI menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan keamanan maritim abad ke-21 yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

(Gea/pen)

Editor: Riky rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *