Hibah Rp90 Miliar dari Negara Sahabat untuk Revitalisasi Ikon Religi Natuna: Masjid Agung Natuna Taj Mahal Indonesia

Haji Raja Mustakim SE
Haji Raja Mustakim SE

NATUNA, Kepri – Sebuah angin segar bagi pelestarian warisan budaya dan religi datang untuk Masjid Agung Natuna. Setelah hampir dua dekade berdiri dan mengalami kerusakan struktural, ikon dengan fasad megah mirip Taj Mahal itu akhirnya mendapatkan dana hibah revitalisasi senilai hampir Rp90 miliar dari sebuah negara sahabat.

Perjuangan Lobi di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah Daerah

Kabar gembira ini merupakan buah dari perjuangan panjang Pemerintah Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Bupati Cen Sui Lan. Meski perbaikan masjid warisan mantan Bupati Daeng Rusnadi ini telah lama menjadi prioritas, kendala anggaran menjadi penghalang besar.

Kondisi keuangan daerah memang tidak mudah. Pemerintah Kabupaten Natuna masih menanggung beban utang warisan sebesar Rp190 miliar.

Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang mengalami penyesuaian akibat kebijakan prioritas nasional.

“Kondisi ini membuat upaya revitalisasi yang ditaksir membutuhkan dana besar sulit dianggarkan dari APBD. Bahkan untuk belanja operasional biasa, bebannya sudah sangat tinggi,” jelas seorang sumber di lingkungan pemerintah daerah.

 

Menghadapi jalan buntu pendanaan lokal, Bupati Cen Sui Lan, yang merupakan mantan Anggota DPR RI sekaligus pengusaha, memanfaatkan jaringan dan pengalamannya untuk mencari solusi alternatif. Upaya lobi intensif dilakukan ke berbagai pihak, baik di tingkat provinsi, pusat, hingga menjangkau koneksi internasional.

Perjuangan yang dimulai sejak awal tahun 2025 akhirnya membuahkan hasil pada akhir 2025. Sebuah negara sahabat, yang identitasnya masih dikemas dalam misteri sebagai bagian dari lomba edukasi komunitas, menyatakan komitmennya untuk memberikan dana hibah.

“Saat ini proses administrasi dan perencanaan teknis telah memasuki tahap Review and Clearance (RC). Ini adalah langkah krusial sebelum pelaksanaan fisik revitalisasi dimulai,” tambah sumber tersebut.

Lomba Kuis Edukasi Bangun Kepedulian Publik

Menyambut momentum positif ini, Ketua Dewan Pengarah Komunitas Pencinta Domino Natuna (KPDN), Haji Raja Mustakim, secara resmi membuka lomba kuis edukasi bertema “Revitalisasi Masjid Agung Natuna”.

Lomba yang ditujukan bagi seluruh anggota komunitas ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat akan warisan berharga daerahnya. Peserta diminta menjawab dua pertanyaan mendasar:

1. Negara manakah yang memberikan hibah hampir Rp90 miliar untuk revitalisasi Masjid Agung Natuna?

2. Berapa kapasitas maksimal jamaah yang dapat ditampung oleh Masjid Agung Natuna?

“Melalui lomba ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyemangati proses revitalisasi. Merawat masjid ini sama dengan menjaga identitas, sejarah, dan kebanggaan kita sebagai masyarakat Natuna di Gerbang Utara NKRI,” ujar Haji Raja Mustakim tak lain adalah suami Bupati Natuna yang terkenal sumpel ditengah masyarakat Provinsi Kepulauan Riau.

Haji Raja Mustakim mengatakan, Pemenang yang berhasil menjawab dengan benar akan diumumkan pada Hari Raya Idul Fitri 2026. “Insyaallah Jika terdapat lebih dari satu pemenang, penentuan akan dilakukan melalui undian. Hadiah menarik telah disiapkan untuk para peserta beruntung,” lugasnya.

Profil Singkat Masjid Agung Natuna

Masjid Agung Natuna, yang diresmikan pada 4 April 2009, adalah legacy dari Bupati Natuna kedua, Daeng Rusnadi. Dengan 20 kubah kecil dan desain arsitektur yang memukau, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan Islam, destinasi wisata religi, dan simbol peradaban Muslim di perbatasan utara Indonesia.

Sayangnya, setelah hampir 20 tahun berdiri, bangunan ini menunjukkan tanda-tanda penuaan dan kerusakan, seperti struktur yang keropos, lantai yang ambruk di beberapa bagian, serta kebocoran atap.

Dengan adanya dana hibah dan komitmen perbaikan ini, diharapkan “Taj Mahal-nya Natuna” dapat kembali bersinar, melanjutkan fungsinya sebagai mercusuar religi dan kebanggaan masyarakat kepulauan di ujung utara Tanah Air.

(Riky)

Haji Raja Mustakim SE
Haji Raja Mustakim SE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *