GURINDAM.ID – Gelombang di Perairan Teluk Jakarta seakan ikut membawa doa dan penghormatan, Kamis (15/1/2026) pagi. Di atas geladak KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, Sang Saka Merah Putih berkibar dengan khidmat.
Dengan mata memandang samudera, seluruh insan TNI Angkatan Laut mengheningkan cipta, mengenang setiap tetes darah dan pengorbanan para pahlawan samudera yang telah gugur membela kedaulatan di laut Nusantara.
Inilah momen sakral Peringatan Hari Dharma Samudera 2026, sebuah upacara penuh hikmat yang menggabungkan kebanggaan, kesedihan, dan tekad yang membaja.
Dalam amanatnya yang menggetarkan jiwa, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan, “Peringatan Hari Dharma Samudera ini merupakan momentum untuk mengenang para pahlawan samudera yang telah mendarmabaktikan hidupnya, jiwa dan raganya, demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini.”
Suara Kasal menggema di antara debur ombak, mengingatkan setiap prajurit akan warisan sejarah yang mereka pikul. Hari Dharma Samudera bukan sekadar ritual. Ia adalah napas sejarah, bentuk penghormatan tertinggi kepada para kusuma bangsa yang gugur dalam berbagai pertempuran laut sengit sejak masa revolusi kemerdekaan.
Mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional, dan Modern”, peringatan tahun ini menjadi momen refleksi mendalam.
Kasal menegaskan, momen ini harus menjadi kontemplasi dan refleksi diri untuk meneladani nilai dan semangat juang para pendahulu: sikap ksatria, rela berkorban, pantang menyerah, dan patriotisme tanpa batas yang telah menjadi DNA prajurit matra laut.
“Nilai-nilai pertempuran laut yang luhur ini harus menjadi jiwa dan semangat generasi penerus untuk menghadapi tantangan masa kini dan masa depan yang tidak kalah beratnya,” pesan Kasal dengan penuh keyakinan. Setiap rangkaian upacara, termasuk ritual tabur bunga ke laut, adalah simbolisasi janji untuk menjaga warisan kehormatan dan keberanian itu agar tetap hidup, mengalir dalam nadi setiap prajurit TNI AL.
Usai upacara penghormatan, TNI AL memberikan kejutan dengan memperkenalkan film karya anak bangsa yang mengangkat kisah heroik nyata.
Film berjudul “The Hostages Heroes” ini menggambarkan dengan apik perjuangan gigih para Prajurit TNI AL dalam menggagalkan aksi perompakan di perairan Selat Malaka, salahnya laut tersibuk dan paling rawan di dunia.
Kehadiran para pemeran utama film, seperti Yama Carlos, Choky Sitohang, Brata Santosa, dan Ghian Grimaldi, di atas KRI RJW-992 menambah khidmat acara.
Film yang direncanakan tayang awal April 2026 ini diharapkan dapat mengobarkan semangat kepahlawanan tidak hanya di kalangan TNI, tetapi juga di hati seluruh rakyat Indonesia, serta mengingatkan dunia akan profesionalisme dan keberanian prajurit laut Indonesia.
Peringatan Hari Dharma Samudera 2026 ini menutup dengan pesan yang jelas: Jiwa para pahlawan samudera tidak pernah mati. Ia terus hidup dalam setiap jelajah kapal perang, dalam setiap kewaspadaan di perbatasan, dan dalam semangat “Jalesveva Jayamahe” – Di Laut Kita Jaya – yang terus dikobarkan untuk menjaga setiap jengkal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(GAS/PEN)













