PADANG – Negara hadir untuk memastikan rakyat terbantu pasca bencana banjir di Sumatera Barat. Aksi nyata tersebut diwujudkan oleh TNI Angkatan Laut di bawah arahan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Kasal meninjau secara langsung pelaksanaan pengobatan massal dan program trauma healing bagi warga terdampak yang digelar di atas geladak KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992.
Kapal Bantu Rumah Sakit tersebut bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, sebagai pusat layanan kesehatan dan pemulihan psikologis pada Kamis (18/12/2025).
Dalam peninjauannya, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memastikan seluruh rangkaian layanan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Pengobatan massal yang diselenggarakan mencakup pemeriksaan kesehatan umum serta penanganan khusus penyakit-penyakit pascabanjir yang kerap mengancam korban bencana di wilayah Sumatera Barat.
“Kehadiran KRI RJW-992 di Teluk Bayur merupakan wujud nyata kepedulian TNI AL dan bentuk pengabdian untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabanjir,” tegas Ali dalam kesempatan tersebut.
Lebih dari sekadar layanan medis, TNI AL melalui Dinas Psikologinya juga menghadirkan program trauma healing yang menyasar anak-anak dan warga yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.
Kegiatan ini diisi dengan pendampingan psikososial, permainan edukatif, serta interaksi positif yang bertujuan memulihkan semangat dan kondisi mental masyarakat terdampak. Pendekatan ini dinilai krusial untuk membantu korban, terutama anak-anak, mengatasi ketakutan dan trauma pascabencana.
Aksi kemanusiaan TNI AL ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat. Kegiatan tersebut juga merealisasikan perintah langsung Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan rakyat di seluruh penjuru negeri.
Keberhasilan operasi kemanusiaan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana, sekaligus memperkuat pesan bahwa Negara benar-benar hadir untuk memastikan rakyat Sumatera Barat terbantu dan pulih kembali.













