TNI AL Dapat Penghargaan BI 2025: Garda Jelajah Rupiah Nusantara Dukung Peredaran Mata Uang ke Daerah 3T

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menerima penghargaan bergengsi Bank Indonesia Special Award 2025
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menerima penghargaan bergengsi Bank Indonesia Special Award 2025

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menerima penghargaan bergengsi Bank Indonesia Special Award 2025 dalam kategori Garda Jelajah Rupiah Nusantara. Penghargaan diserahkan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto di Kantor Pusat BI, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2025).

Penghargaan ini menganugerahi TNI Angkatan Laut atas kontribusi nyatanya dalam program ekspedisi Rupiah Berdaulat. Inisiatif strategis ini bertujuan mempercepat dan memastikan distribusi mata uang Rupiah hingga ke pelosok daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Nusantara.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tema yang diusung BI, “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.”

Presiden menegaskan bahwa Indonesia telah menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat sepanjang 2025, meski dihadapkan pada gejolak ekonomi dan geopolitik global.

“Apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus mengawal stabilitas perekonomian dan turut mendorong pertumbuhan, yang bersinergi dengan berbagai pengelola perekonomian nasional,” ujar Presiden.

Keberhasilan program Garda Jelajah Rupiah Nusantara tidak lepas dari sinergi erat antara institusi militer dan otoritas moneter.

Program ini memanfaatkan jangkauan logistik dan infrastruktur TNI AL untuk menjangkau pulau-pulau terpencil, memastikan liquidity atau kecukupan uang tunai Rupiah di daerah tersebut, yang pada gilirannya mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Pada forum yang sama, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global. Ia juga menyampaikan arah kebijakan moneter BI pada 2026 akan tetap berfokus pada keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan, atau yang dikenal dengan pendekatan “pro-stability and pro-growth.”

“BI berkomitmen penuh dalam melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari berbagai gejolak global,” tegas Perry.

Selain kepada TNI AL, BI juga memberikan penghargaan kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2D) terbaik tahun 2025.

Pemberian penghargaan ini menandakan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun fondasi perekonomian nasional yang kokoh, stabil, dan inklusif.

Program Garda Jelajah Rupiah Nusantara oleh TNI AL telah memberikan dampak signifikan dalam memperluas dan memperdalam peredaran mata uang Rupiah di wilayah kepulauan Indonesia.

Keberadaan uang kartal yang memadai di daerah 3T sangat krusial untuk transaksi sehari-hari, mengurangi kesenjangan finansial, dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia dari pinggiran.

Penghargaan ini bukan hanya sebuah pengakuan, tetapi juga motivasi bagi seluruh jajaran TNI AL dan mitra terkait untuk terus memperkuat peran sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan ekonomi NKRI.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *