GURINDAM.ID – Di balik sederet prestasi gemilangnya, Kombes Pol Farman, S.H., S.I.K., M.H., ternyata menyimpan kisah perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan keteladanan.
Lahir di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 27 Januari 1974, pernah mengenyam pendidikan di SMA Taruna Nusantara lulus tahun 1993, pria yang kini menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Jatim ini memulai karier sebagai seorang polisi dengan tekad kuat untuk menegakkan keadilan.
Lulusan Akpol 1996 ini tak hanya dikenal sebagai penegak hukum yang tangguh, tetapi juga sebagai sosok yang peduli pada masyarakat.
Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya adalah saat ia berhasil mengembalikan uang negara senilai Rp8,6 miliar dari kasus korupsi tahun 2021.
“Ini bukan sekadar tugas, tapi tanggung jawab moral kepada rakyat,” ujarnya suatu ketika.
Prestasinya bahkan diakui internasional ketika ia menerima Letter of Appreciation dari FBI atas pengungkapan scam page bantuan Covid-19 palsu pada 2021.
Namun, bagi Farman, keberhasilan terbesarnya justru ketika ia bisa membantu korban kejahatan mendapatkan keadilan.
Di balik kesibukannya, Farman tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas.
Meski memiliki total harta kekayaan Rp8,1 miliar sebagian besar berupa aset tanah warisan dan tabungan ia dikenal hidup sederhana.
“Ayah selalu mengajarkan untuk bekerja jujur dan tidak serakah,” cerita salah satu anaknya.
Asetnya tersebar di Tanjung Pinang, Surabaya, dan Kediri sebagian merupakan peninggalan orang tua yang ia jaga dengan baik. Ia juga tercatat rutin melaporkan LHKPN sebagai bentuk komitmen anti-korupsi.

Inspirasi bagi Generasi Muda
Perjalanan Farman dari seorang anak biasa di Tanjung Pinang hingga menjadi perwira menengah Polri membuktikan bahwa kerja keras dan integritas bisa membawa seseorang meraih kesuksesan.
“Polisi bukan sekadar penindak, tapi pelayan masyarakat. Itulah yang selalu saya pegang,” katanya.
Kini, di usia ke-51, Farman masih bersemangat membawa perubahan, terutama dalam pemberantasan kejahatan di Jawa Timur. Baginya, pengabdian kepada negara dan masyarakat adalah panggilan hati yang tak akan pernah usai.
Catatan Redaksi Gurindam.id menilai
Kisah Kombes Pol Farman mengajarkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari jabatan atau harta, tetapi dari kontribusi nyata bagi masyarakat dan keteguhan memegang nilai kebenaran.