Haru dan Khidmat, 80 Personel TNI AL Dilepas untuk Ibadah Umrah, Ziarah ke Yerusalem, hingga Tirtayatra

Dinas penerangan TNI Angkatan Laut
Dinas penerangan TNI Angkatan Laut

JAKARTA – Isi pawai kendaraan dinas di halaman Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, seolah menjadi saksi bisu kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan. Di tengah kesibukan menjaga kedaulatan laut Indonesia, 80 personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melepas seragam dinas mereka sejenak.

Bukan untuk beristirahat, melainkan untuk menjawab panggilan jiwa melaksanakan ibadah ke tanah suci.

TNI AL kembali menunjukkan sisi humanisnya. Di bawah komando Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, institusi ini memberangkatkan puluhan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam program pembinaan mental rohani lintas agama.

Pelepasan yang berlangsung Senin (30/3/2026) ini terasa istimewa karena para peserta datang dari berbagai latar belakang keyakinan, menunjukkan toleransi dan perhatian penuh TNI AL terhadap kehidupan spiritual anak buahnya.

Dari Mekkah hingga Varanasi: Keragaman Ibadah yang Menyatukan

Sebanyak 80 personel yang terdiri dari perwira, bintara, tamtama, dan PNS akan menunaikan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Mereka terbagi dalam tiga kelompok besar:

· 61 Jamaah Umrah akan bertolak ke Tanah Suci Mekkah pada 1-9 April 2026.

· 15 Peserta Ziarah Rohani umat Protestan dan Katolik akan menjalani perjalanan spiritual ke Yerusalem pada 29 April-10 Mei 2026.

· 4 Peserta Tirtayatra umat Hindu akan melaksanakan ritual keagamaan di India pada 17-24 April 2026.

Ini bukan sekadar perjalanan wisata. Program ini dirancang sebagai bekal kesiapan spiritual agar setiap personel dapat kembali dengan keteguhan iman yang lebih kokoh, serta ketakwaan yang lebih mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Lepaskan Pangkat, Bersimpuhlah dengan Hati”

Dalam sambutan yang penuh makna, Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Kadisbintalal) Laksma TNI Harun Arrasyid membacakan amanat langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Suasana auditorium menjadi hening saat pesan itu sampai ke hati para peserta.

BACA JUGA :  BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM Untuk Nelayan di Nias Utara

“Perjalanan ibadah ini bukanlah sekadar perjalanan fisik melintasi batas negara, melainkan perjalanan hati dan jiwa. Jadikan ibadah ke luar negeri ini sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Lepaskan sejenak urusan duniawi, tinggalkan atribut pangkat dan jabatan, dan bersimpuhlah dengan penuh kerendahan hati di hadapan Sang Pencipta.”

Kalimat tersebut menggema, mengingatkan bahwa di hadapan Tuhan, semua prajurit adalah sama: hamba yang rindu akan ampunan dan kedamaian.

Kebijakan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AL di bawah kepemimpinan Laksamana Muhammad Ali untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul. TNI AL percaya bahwa ketangguhan fisik dan profesionalisme di medan tugas harus diimbangi dengan ketangguhan spiritual.

Melalui pemberangkatan ibadah ini, TNI AL berupaya mencetak prajurit dan PNS yang religius, berkarakter, serta memiliki keteguhan ideologi dan semangat juang tinggi. Dengan hati yang tenang dan jiwa yang bersih setelah menjalankan ibadah, diharapkan para personel mampu memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara, khususnya dalam menjaga kedaulatan di laut.

Pelepasan yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti bahwa di balik kesan tegas seorang pelaut, ada jiwa-jiwa yang haus akan nilai-nilai ketuhanan, didampingi oleh institusi yang menghargai hak konstitusional setiap warga negaranya untuk beribadah.

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *