‎Sinergi TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sianida di Bitung ‎

Wadan Kodaeral VIII Laksma TNI Tony Herdijanto
Wadan Kodaeral VIII Laksma TNI Tony Herdijanto

BITUNG– Komitmen TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia kembali terbukti. Tim Quick Response (QR) 8 Satrol Kodaeral VIII bersama Satgas Intelmar “Kerapu-8.26” serta Bea Cukai Kanwil Sulawesi Utara berhasil menggagalkan penyelundupan 1,4 ton bahan kimia berbahaya jenis sianida (CN) di Pelabuhan Ferry ASDP Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (4/3).

Sinergi TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sianida
Sinergi TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sianida

‎Dalam konferensi pers, Wadan Kodaeral VIII Laksma TNI Tony Herdijanto menjelaskan bahwa kasus ini terungkap saat pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang turun dari KMP Labuhan Haji rute Talaud–Bitung.

Petugas menemukan 29 karung berisi sianida di dalam sebuah truk ekspedisi berwarna hijau. Setiap karung berbobot sekitar 50 kilogram, dengan total muatan mencapai 1.450 kilogram senilai lebih dari Rp 1 miliar.

‎Barang ilegal tersebut diduga berasal dari Filipina dan masuk melalui Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, sebelum diselundupkan ke Bitung menggunakan kapal penumpang. Seluruh barang bukti kini diamankan di Mako Kodaeral VIII untuk penyelidikan lebih lanjut.

‎Sianida adalah bahan kimia berbahaya yang penggunaannya diatur ketat. Pengangkutan tanpa izin resmi, apalagi menggunakan kapal penumpang, berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pelayaran dan penumpang.

‎TNI AL menegaskan akan terus memperkuat patroli laut dan sinergi lintas instansi untuk mencegah kejahatan transnasional, khususnya di wilayah perbatasan. Hal ini sejalan dengan perintah Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk menjaga keamanan maritim Indonesia.

(‎pen/Gea)

BACA JUGA :  Lanal Bengkulu Masih Sisir Pelabuhan Pulau Baai Temukan Korban Tengelam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *