Analisis Eksklusif Girindam id: 70 Video Pidato Prabowo, Kata “Rakyat” Disebut 643 Kali, Ini Pola dan Maknanya di Balik Khas Kepemimpinan

Presiden Indonesia Prabowo Subianto
Presiden Indonesia Prabowo Subianto

JAKARTA – Media Girindam.id telah melakukan riset mendalam dengan menyimak tidak kurang dari 70 video pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rentang waktu sejak ia dilantik hingga awal Februari 2026.

Dari analisis tersebut, terungkap pola komunikasi politik yang konsisten, ciri khas retorika, serta substansi pesan yang terus-menerus ia gaungkan di berbagai forum, baik di hadapan rakyat biasa, para menteri, hingga pemimpin dunia.

Hasil hitung-hitungan Girindam.id memperlihatkan sebuah fakta menarik: Prabowo hampir selalu menyinggung ihwal “rakyat” di dalam setiap pidatonya. Kata “rakyat” muncul sebanyak 643 kali sejak akhir 2024 hingga awal 2026, berdasarkan puluhan video yang dianalisis. Angka ini tidak hanya sekadar statistik, melainkan cerminan dari poros utama narasi kepemimpinannya.

“Inilah salah satu yang baik dari yang terbaik. Konsistensi penyebutan ‘rakyat’ menunjukkan bahwa politik kebahasaan Presiden Prabowo terpusat pada legitimasi populis. Ini bukan sekadar gaya bicara, tapi strategi komunikasi untuk membangun kedekatan emosional sekaligus menekankan arah kebijakannya,” ujar Iwan Septiawan pendiri Indonesia Defense and Strategic Forum (IDSF) kepada Gurindam.id, Minggu (1/22/2026). pengamat komunikasi politik dari Pertahanan Universitas Universitas Gajah Mada yang turut mengkaji temuan ini.

 

Dari puluhan pidato yang dianalisis, Girindam.id menemukan beberapa pola menonjol:

1. Pembelaan terhadap “Rakyat Kecil” sebagai Tema Utama: Dalam setiap kesempatan, Prabowo selalu memposisikan dirinya sebagai pembela kaum marjinal. Narasi tentang petani, nelayan, dan buruh kerap diselipkan, terutama saat ia membahas kebijakan pangan, subsidi, dan perlindungan sosial.

2. Retorika “Anti-Korupsi” yang Eskalatif: Di berbagai pidato kenegaraan maupun acara parpol, isu pemberantasan korupsi selalu disampaikan dengan nada keras dan tanpa kompromi. “Saya tidak akan mundur setapak pun” menjadi frasa yang kerap diulang, menunjukkan komitmen sekaligus peringatan bagi aparatur negara.

3. Optimisme Swasembada: Sejak akhir 2025, pidato Prabowo dipenuhi dengan laporan capaian, terutama soal swasembada beras. Ia secara konsisten membangun narasi keberhasilan pemerintahannya, yang menurut para analisis, bertujuan untuk membangun kepercayaan publik menjelang paruh pertama masa jabatannya.

 

Menurut Pertahanan politik Nasional yang dihubungi Girindam.id, materi pidato Presiden Prabowo memiliki hubungan erat dengan bagaimana ia menjalankan pemerintahan. Setiap kata kunci yang sering muncul, seperti “rakyat”, “korupsi”, dan “swasembada”, diterjemahkan ke dalam program-program prioritas.

“Ketika beliau terus-menerus bicara soal ‘rakyat’, maka kita lihat realisasinya dalam bentuk program makan bergizi gratis, bantuan pupuk langsung, hingga pembangunan rumah murah. Ini membuktikan bahwa pidatonya bukan sekadar orasi, melainkan peta jalan kebijakan,” jelas pengamat kebijakan publik.

Kata “rakyat” yang disebut 643 kali itu kemudian menjelma menjadi program bernama “Makan Bergizi Gratis” (MBG) yang menyasar anak-anak sekolah dan ibu hamil, serta kebijakan penurunan harga pangan yang didengungkan hampir di setiap pidato ekonomi.

Ciri Khas Gaya Komunikasi

Selain substansi, Girindam.id juga mencatat ciri khas gaya komunikasi Presiden Prabowo:

Penggunaan Diksi Tegas: Kata-kata seperti “saya tidak akan ragu”, “kita gebuk”, atau “kita lawan” sering digunakan untuk menunjukkan ketegasan.

Pendekatan Religius: Dalam pidato-pidato di forum keagamaan seperti peringatan Satu Abad NU di Malang, ia menyelipkan pesan moral tentang kematian dan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan, yang memperkuat sisi spiritual kepemimpinannya.

Narasi Kebangsaan: Ia kerap mengutip pembukaan UUD 1945 untuk mengingatkan bahwa tujuan bernegara adalah melindungi segenap bangsa, sebuah strategi untuk merajut nasionalisme.

 

“Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Kita Semua Sebentar Lagi Di-panggil, Berbuat Baik dan Membela Rakyat Lebih Mulia”

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan keadilan dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai amanat utama Undang-Undang Dasar 1945.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya di Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu, Awal Februari 2026.

Dengan pola yang konsisten ini, publik dapat membaca arah kebijakan pemerintahan Prabowo ke depan. Fokus pada kesejahteraan rakyat, perang terhadap korupsi, serta pencapaian kemandirian pangan dipastikan akan terus menjadi denyut nadi komunikasi politiknya hingga akhir masa jabatan.

(Rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *