Kapal Induk Hibah Italia, Target Tiba Sebelum HUT TNI

Presiden RI ke-8, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto
Presiden RI ke-8, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto

JAKARTA – Bangsa Indonesia bersiap menyambut sejarah baru di lautan nusantara Kekuatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menjadi sorotan dunia setelah diakui sebagai salah satu angkatan laut terkuat secara global.

Kini, mimpi memiliki kapal induk pertama semakin nyata dengan rencana kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi, kapal induk legendaris hibah dari Pemerintah Italia.

Menurut laporan terbaru World Directory of Modern Military Warships (WDMMW), TNI AL menduduki peringkat elite dunia bahkan mengungguli beberapa negara maju seperti Inggris dan Prancis.

Dengan armada yang terus dimodernisasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi serta KSAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Indonesia siap melangkah menjadi kekuatan maritim biru (blue-water navy) sejati di kawasan Indo-Pasifik.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul mengonfirmasi bahwa proses negosiasi antara Pemerintah Indonesia dan Italia masih berlangsung.

“Terkait kapal induk Giuseppe Garibaldi saat ini masih dalam proses negosiasi antara Indonesia dengan negara asalnya Italia,” ujar Tunggul saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).

Meski kapal belum tiba, TNI AL tak tinggal diam. Persiapan sumber daya manusia (SDM) sudah digenjot.

“Terkait dengan awaknya, saat ini tengah dalam proses penyiapan,” tegas perwira tinggi bintang satu itu. Detail teknis, integrasi drone, hingga calon komandan kapal akan diumumkan setelah kesepakatan final rampung sebuah langkah bijak untuk menjaga kerahasiaan strategis.

Kapal perang Republik Indonesia itu berlabuh di Dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta, pada Minggu (1/2), disambut oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan Panglima Komando Armada II
Kapal perang Republik Indonesia itu berlabuh di Dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta, pada Minggu (1/2), disambut oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan Panglima Komando Armada II

KASAL Laksamana Muhammad Ali secara tegas menyatakan harapan besar: kapal induk ringan seberat 13.000 ton ini bisa bergabung dengan armada tempur RI sebelum HUT TNI ke-81 pada 5 Oktober 2026.

“Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ungkap Ali di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Langkah ini didukung diplomasi militer tingkat tinggi. Delegasi TNI AL baru saja mengunjungi HTMS Chakri Naruebet milik Angkatan Laut Thailand untuk bertukar pengalaman operasional kapal induk di ASEAN bukti keseriusan Indonesia belajar dan beradaptasi.

Skema hibah G-to-G dan fokus retrofit

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan akuisisi ini melalui skema hibah antarpemerintah (Government-to-Government).

Kepala Biro Humas Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan, “Anggaran yang terlanjur sudah disiapkan pemerintah Indonesia akan dialokasikan untuk kebutuhan retrofit dalam rangka penyesuaian kebutuhan operasi TNI dan TNI AL,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Kapal buatan Fincantieri ini bukan sekadar simbol prestise. TNI AL memproyeksikan Giuseppe Garibaldi sebagai instrumen diplomasi maritim misi kemanusiaan, dan bahkan potensi modifikasi menjadi kapal induk drone sesuai tren teknologi global.

Dengan kemampuan STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing), kapal ini akan memperkuat proyeksi kekuatan Indonesia di wilayah kepulauan terluas di dunia.

Kehadiran kapal induk pertama ini bukan hanya soal alutsista ini adalah kebanggaan nasional, bukti tekad Indonesia di bawah kepemimpinan visioner Prabowo Subianto untuk menjaga kedaulatan maritim, melindungi sumber daya alam, dan berkontribusi bagi perdamaian regional.

Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote hingga perbatasan laut Natuna Utara dan laut Indonesia kini akan dijaga dengan lebih gagah.

Indonesia bukan lagi sekadar penjaga garis pantai, tapi pemain utama di panggung dunia. Giuseppe Garibaldi bukan akhir, melainkan awal dari era baru kejayaan maritim nusantara. Mari kita dukung langkah berani ini karena kekuatan laut adalah kekuatan bangsa.

Sumber: Pernyataan resmi KSAL, Kadispenal, Kemhan RI, WDMMW, dan media terpercaya seperti Kompas, Antara, serta Naval News. Update terakhir: 20 Februari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *