Tiga Kepala Staf TNI Beri Penghormatan Terakhir untuk 23 Prajurit Marinir yang Gugur, Bantuan Rumah dan Tali Asih Diserahkan ke Ahli Waris

Unsur pimpinan militer
Unsur pimpinan militer

JAKARTA – Suasana haru menyelimuti Gedung Graha Mako Korps Marinir, Jakarta Pusat, Rabu sore. Di balik seragam dinas kebanggaannya, para petinggi TNI menunduk dalam, mewakili rasa duka yang mendalam dari seluruh prajurit dan bangsa Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, duduk berhadapan langsung dengan 23 wajah ahli waris. Mereka adalah keluarga dari prajurit terbaik Korps Marinir TNI AL yang gugur dalam tugas latihan di Cisarua.

Tak ada kata yang mampu menggantikan kehadiran seorang suami, ayah, atau anak. Namun, di ruangan penuh khidmat itu, para orang nomor satu di matra TNI hadir bukan sebagai atasan, melainkan sebagai keluarga besar yang mengusap luka.

“Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi untuk memastikan bahwa pengabdian putra-putri terbaik bangsa ini tidak akan pernah dilupakan. Mereka adalah pahlawan, dan keluarga mereka adalah bagian dari keluarga besar TNI,” ucap Laksamana Muhammad Ali dalam sambutannya.

Didampingi Komandan Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, momen tersebut menjadi simbol nyata bahwa solidaritas TNI melampaui sekat-sekat matra. Kehadiran Kasad dan Kasau di markas

“Baret Ungu” ini menjadi pesan kuat: duka Korps Marinir adalah duka seluruh TNI.

Sebagai wujud tanggung jawab dan penghargaan tertinggi atas jasa para prajurit, bantuan konkret langsung diserahkan.

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyerahkan bantuan 12 unit rumah bagi ahli waris yang telah berkeluarga, sebuah fondasi baru untuk memulai lembaran hidup tanpa tulang punggung keluarga.

“Kalian tidak sendiri. Negara hadir untuk kalian. Rumah ini adalah simbol bahwa perjuangan suami dan ayah kalian adalah investasi berharga bagi bangsa, dan kami akan memastikan kalian tetap bisa melangkah dengan tegak,” tutur Jenderal Maruli di sela-sela penyerahan.

Tak hanya itu, tali asih juga diberikan kepada 11 ahli waris yang belum berkeluarga. Sementara itu, Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono memberikan tali asih kepada seluruh 23 ahli waris, sebagai wujud simpati dan eratnya rasa kekeluargaan antar matra.

“Kami ingin merasakan apa yang kalian rasakan. Semoga sedikit bantuan ini bisa meringankan beban, dan senyum kalian adalah hadiah terindah bagi para pahlawan yang telah pergi,” ujar Marsekal Tonny.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu diakhiri dengan jabat erat dan wejangan dari para Kepala Staf kepada anak-anak almarhum. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya dunia militer, ada hati yang besar yang selalu siap melindungi keluarga yang ditinggalkan.

Bagi para ahli waris, kehadiran langsung para pemimpin tertinggi TNI ini lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah bukti bahwa pengorbanan orang-orang tercinta mereka dihargai, dan masa depan mereka tetap menjadi prioritas bangsa.

Tentang Peristiwa Ini:

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergitas dan kepedulian sosial TNI, memastikan tidak ada prajurit dan keluarganya yang berjuang sendirian. Semangat “satu rasa, satu duka” ini diharapkan terus memperkuat moril dan kebersamaan keluarga besar TNI di seluruh penjuru negeri.

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *