Perkuat Pertahanan di Wilayah Kepulauan, Kasal Tinjau Langsung Lokasi Pembangunan Yonif 17 Marinir di Belitung

meninjau langsung calon lokasi pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) 17 Marinir.
meninjau langsung calon lokasi pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) 17 Marinir.

BELITUNG – Pangkalan TNI AU H. AS Hanandjoeddin, Belitung, menjadi saksi momentum bersejarah bagi penguatan pertahanan negara di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., tiba di pulau penghasil timah ini dalam rangka kunjungan kerja strategis, meninjau langsung calon lokasi pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) 17 Marinir.

Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla

Kedatangan orang nomor satu di jajaran TNI AL beserta rombongan pada Rabu (18/02/2026) disambut dengan penuh kehormatan oleh Komandan Lanud H. AS Hanandjoeddin Letkol Pnb Made Yogi Indra P., yang langsung memimpin penyambutan militer di apron bandara.

Tak hanya jajaran TNI, kehadiran Kasal juga mendapat sambutan hangat dari unsur pemerintahan daerah, terlihat dengan hadirnya Wakil Bupati Belitung Syamsir, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belitung.

Suasana keakraban dan sinergitas antar institusi terlihat jelas sejak awal kedatangan. Setelah melewati prosesi penyambutan, Kasal dan rombongan langsung bergerak menuju lokasi yang direncanakan menjadi markas Yonif 17 Marinir, yaitu di Desa Sungai Padang, Kabupaten Belitung.

Rencana pembangunan satuan baru ini merupakan langkah strategis TNI AL untuk memperkuat sistem pertahanan negara, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.

Keberadaan Yonif 17 Marinir di Pulau Belitung nantinya diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan tempur, tetapi juga mempercepat respons terhadap berbagai potensi ancaman serta membantu mengamankan sumber daya alam dan wilayah perairan di sekitar Kepulauan Bangka Belitung.

“Ini adalah wujud komitmen TNI AL dalam membangun kekuatan hingga ke pelosok negeri. Dengan hadirnya satuan marinir di Belitung, kita ingin memastikan bahwa setiap jengkal wilayah kepulauan Indonesia memiliki perlindungan yang optimal,” ujar Kasal di sela-sela peninjauan.

Lebih dari sekadar urusan pertahanan, pembangunan Yonif 17 Marinir diyakini akan membawa dampak positif bagi masyarakat setempat, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan.

Kehadiran prajurit marinir di tengah masyarakat diharapkan mampu mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sinergitas yang ditunjukkan melalui penyambutan hangat antara Lanud, Pemkab Belitung, dan Forkopimda menjadi modal utama dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur pertahanan ini.

Komunikasi dan koordinasi yang solid lintas matra dan lintas sektor akan terus digalakkan untuk memastikan proyek strategis ini berjalan sesuai rencana.

“Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat adalah kunci. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi yang sudah terjalin sangat baik ini harus terus kita rawat, tidak hanya untuk pembangunan markas, tetapi juga untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah Belitung ke depannya,” tambah Kasal.

Kunjungan kerja yang berlangsung tertib dan lancar ini menjadi fondasi awal yang kokoh bagi hadirnya satuan baru Korps Marinir di Bumi Junjung Besaoh.

Dengan semangat kebersamaan, pembangunan Yonif 17 Marinir diharapkan dapat segera terwujud, menjadikan Belitung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai garda terdepan pertahanan negara di wilayah barat Indonesia.

Tentang Pembangunan Yonif 17 Marinir:

Yonif 17 Marinir direncanakan akan dibangun di Desa Sungai Padang, Kabupaten Belitung.

Satuan ini nantinya akan menjadi bagian dari kekuatan tempur TNI AL yang bertugas melaksanakan operasi amfibi dan pertahanan pesisir, sekaligus menjadi simbol kedaulatan negara di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

(Grd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *