NATUNA – Semangat gotong royong sebagai warisan luhur bangsa kembali hidup di Kabupaten Natuna. Aksi bersih-bersih yang melibatkan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan berbagai elemen masyarakat ini mendapat dukungan penuh dari komunitas lokal, salah satunya Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN).
Kehadiran pengurus dan anggota KPDN serta lintas Organisasi Masyarakat menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif.
Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Piwang, Pasar Baru, dan sekitar RSUD Natuna ini merupakan implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus wujud cinta terhadap alam di wilayah beranda terdepan NKRI.

Ketua Dewan Pengarah KPDN, Raja Mustakim, beserta jajaran pengurus lintas organisasi terlihat aktif membawa peralatan kebersihan dan memungut sampah di sepanjang pesisir Pantai Piwang yang terkenal dengan keindahan pasir ekologinya. Partisipasi ini menunjukkan peran strategis komunitas dalam pembangunan sosial.
“Ini adalah langkah nyata kami untuk menghidupkan semangat gotong royong. KPDN tidak hanya beraktivitas internal, tetapi ingin berkontribusi langsung untuk Natuna yang lebih bersih dan asri,” ujar H. Raja Mustakim SE, Sabtu, (7/2/2026).
Aksi terpadu ini menjadi contoh konkret kolaborasi positif di daerah perbatasan. Wakapolres Natuna, Kompol Paten Tarigan, S.H., menyebut kegiatan ini fokus pada pembersihan fasilitas umum yang menjadi wajah daerah.
Sementara dari Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko, S.E., menambahkan, “Gotong royong ini membangun kebersamaan dan memperkuat persatuan untuk masa depan generasi mendatang di perbatasan.”

Usai tiga jam bekerja, seluruh peserta disuguhi hidangan sederhana nan hangat seperti jagung rebus, pisang rebus, bubur kacang hijau, serta teh dan kopi. Momen santai ini mempererat tali silaturahmi antar elemen.
“Sinergi antara TNI-Polri, Pemda, dan komunitas seperti KPDN ini tidak hanya menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial,” tambah Raja Mustakim sembari menikmati hidangan tersebut.
Melalui partisipasi aktif lintas unsur termasuk KPDN dan kelompok masyarakat lainnya, gotong royong ini menjadi lebih bermakna dan inklusif. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkelanjutan, menjadikan Natuna sebagai contoh wilayah perbatasan yang tidak hanya kuat secara geopolitik, tetapi juga harmonis dan bersih melalui kerja sama seluruh anak bangsa.
(Gea)













