JAKARTA – Udara di Lanudal Pondok Cabe, Pamulang, Rabu (4/2) pagi, terasa hening dan penuh khidmat. Diiringi derap langkah prajurit dan tembakan penghormatan, Korps Marinir TNI Angkatan Laut dengan hati yang berat melepas kepergian salah satu putra terbaiknya, Praka Marinir (Anm) Andiko Affiari Rahmat.
Upacara pelepasan secara militer ini bukan sekadar protokoler, melainkan janji terakhir institusi kepada prajurit yang telah mengabdikan jiwa raganya untuk bangsa.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Letkol Marinir Edy Sumita memimpin rangkaian penghormatan dengan penuh keteguhan. Upacara yang dihadiri seluruh Pejabat Utama Korps Marinir, komandan satuan, dan rekan-rekan seperjuangan ini berjalan tertib dan khidmat.
Setiap pandangan mata yang lembap mengisyaratkan duka yang dalam, namun juga kebanggaan yang tak terkira atas pengorbanan sang prajurit muda.
Almarhum Praka Marinir (Anm) Andiko Affiari Rahmat, prajurit Yonif 9 Marinir, adalah seorang pemuda tangguh asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Lahir pada 10 Mei 2001, ia memilih jalan pengabdian sebagai “hijau loreng” dengan semangat menggebu.
Dalam upacara pelepasan, jenazahnya terlebih dahulu dishalatkan dan disemayamkan dengan penuh kehormatan, sebelum akhirnya diberangkatkan menggunakan pesawat udara untuk perjalanan terakhir pulang ke kampung halaman, diserahkan ke pelukan keluarga yang merindukan.
Total 14 Prajurit Telah Dikembalikan, 9 Masih Dalam Pencarian
Aspers Pangkormar, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, M.Tr.Opsla., yang mengawal prosesi ini, menyampaikan bahwa hingga 4 Februari 2026, Korps Marinir secara bertahap dan penuh hormat telah melepas 14 jenazah prajurit yang gugur dalam tugas.
“Setiap pelepasan adalah momen yang paling berat. Ini adalah bentuk penghargaan tertinggi kami atas jasa, pengabdian, dan keberanian tak terhingga yang telah mereka persembahkan,” ujarnya dengan suara bergetar penuh makna.
Namun, duka masih menyelimuti korps. Sebanyak 9 prajurit lainnya masih dalam tahap pencarian oleh Tim SAR gabungan TNI-Polri.
Upaya maksimal terus digenjot tanpa henti, mencerminkan prinsip Marinir untuk tidak meninggalkan seorang pun rekan di medan laga. Semangat Esprit de Corps yang kokoh menjadi penggerak utama dalam misi pencarian yang penuh tantangan ini.
Korps Marinir TNI AL, dalam pernyataan resminya, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Praka Marinir Andiko Affiari Rahmat dan seluruh keluarga prajurit yang berduka.
“Kami mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Pengabdiannya yang tulus dan keberaniannya akan tetap hidup dalam semangat setiap prajurit Korps Marinir dan menjadi bagian dari sejarah kebesaran TNI AL,” demikian pernyataan yang dibacakan dengan hikmat.
Upacara ini menegaskan kembali bahwa bagi Korps Marinir, setiap prajurit adalah keluarga. Kepergiannya dalam tugas adalah luka kolektif yang ditanggung dengan keteguhan, dan kepulangannya ke tanah kelahiran diantar dengan penghormatan tertinggi layaknya seorang ksatria.
Mereka yang gugur tidak akan pernah terlupakan; nama dan jasanya terpahat abadi dalam sanubari prajurit.
(Gas/pen)













