GURINDAM.ID – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Lanudal Jakarta, Pondok Cabe, pada Senin (2/2) pagi. Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi secara langsung memimpin upacara pelepasan jenazah dua prajurit marinir yang gugur dalam musibah tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat. Keduanya adalah Serma Mar (Anm) Afriyansyah dan Praka Mar (Anm) Heru Susanto.
Upacara penghormatan terakhir ini menandai telah ditemukannya total 10 prajurit marinir dari 23 personel yang dinyatakan gugur dalam musibah tersebut. Proses pencarian terhadap 13 prajurit lainnya masih terus dilakukan secara intensif oleh Tim SAR Gabungan.
Didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Nana Endi Supardi, Pangkormar memberikan penghormatan militer tertinggi kepada kedua prajurit terbaiknya. Kedua jenazah baru berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan pada Minggu (1/2) setelah sebelumnya dinyatakan hilang.
“Seluruh keluarga besar TNI Angkatan Laut menyatakan duka cita yang mendalam atas gugurnya para ksatria samudra yang telah berkorban demi bangsa dan negara,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan dalam upacara tersebut.
Jenazah kedua prajurit sebelumnya telah diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU. Setibanya di Lanudal Jakarta, prosesi dilanjutkan dengan salat jenazah, upacara persemayaman, dan pemberangkatan secara militer yang khidmat.
Usai upacara, kedua pahlawan tersebut diterbangkan menuju tanah kelahiran mereka di Lampung menggunakan pesawat CASA U-6206 TNI AL. Praka Mar (Anm) Heru Susanto akan dimakamkan di Bandar Lampung, sementara Serma Mar (Anm) Afriyansyah akan beristirahat di wilayah Provinsi Lampung.
Ini merupakan gelombang kedua prosesi pelepasan jenazah korban longsor Cisarua. Sehari sebelumnya, pada Minggu (1/2), Pangkormar juga telah memimpin pelepasan jenazah Kopda Marinir (Anm) Randa Pratama dan Praka Marinir (Anm) Hamid Dwi Ismail di lokasi yang sama.
Upacara pelepasan kali ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Korps Marinir, termasuk Kas Kormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, Irkormar Brigjen TNI (Mar) Ahmad Fajar, Pejabat Utama Kormar, Pasmar 1, serta pengurus Gabungan Jalasenastri.
Meskipun duka masih menyelimuti keluarga besar Korps Marinir TNI AL, operasi pencarian dan evakuasi terhadap 13 prajurit yang masih hilang terus dilakukan tanpa henti. Semangat “tidak meninggalkan saudara” menjadi pendorong utama bagi Tim SAR Gabungan yang bekerja di lokasi bencana tanah longsor Bandung Barat.
Korps Marinir TNI AL kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan penghormatan dan perlakuan terbaik kepada seluruh prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas, serta mendampingi keluarga yang ditinggalkan dengan sepenuh hati.
(GAS/PEN)













