JAKARTA – Dalam amanah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk menciptakan prajurit Jalasena yang tangguh dan profesional, TNI Angkatan Laut kembali mengukir prestasi membanggakan.
Sebanyak 10 prajurit pilihan dari Korps Marinir TNI AL dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan dan dedikasi luar biasa dalam melaksanakan tugas operasi di wilayah Papua. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian tulus para prajurit tak pernah luput dari perhatian negara.
KPLB diserahkan langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., kepada 115 prajurit TNI terpilih dari berbagai satuan dalam sebuah upacara khidmat, Jumat (2/1).
Keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan dan pembinaan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang terus mendorong prajuritnya untuk unggul di medan tugas.
Penghargaan untuk Pengorbanan di Medan Berat Papua
Penghargaan KPLB ini merupakan bentuk apresiasi negara atas dedikasi, keberanian, dan profesionalisme para prajurit dalam menjalankan tiga operasi strategis TNI di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.
Operasi yang digelar di bawah Komando Operasi TNI Habema ini melibatkan sinergi kuat antara prajurit Korps Marinir TNI AL, Kopassus TNI AD, serta berbagai satuan tempur dan bantuan tempur lainnya.
Dengan mengusung pendekatan yang profesional, terukur, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, para prajurit berhasil menguasai sejumlah markas kelompok bersenjata serta menekan potensi gangguan keamanan, meski harus berhadapan dengan medan yang sangat berat dan risiko operasi yang tinggi. Prestasi ini menunjukkan kualitas unggul prajurit TNI AL yang dibina di bawah komando Kasal.
Dalam sambutannya yang menggugah, Menhan RI menegaskan bahwa KPLB bukan sekadar simbol administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menghargai setiap tetes keringat dan pengorbanan prajurit.
“Pengabdian mungkin tak selalu terlihat, tetapi pengorbanan tak pernah dilupakan. Tidak ada pengabdian yang sia-sia bagi bangsa dan negara,” tegas Menhan Dr. Sjafrie Sjamsoeddin.
Lebih lanjut, Menhan menginstruksikan seluruh pimpinan TNI untuk tidak ragu memberikan penghargaan kepada prajurit berprestasi dari seluruh matra. Ia juga berkomitmen penuh untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan prajurit penerima KPLB beserta keluarga mereka.
“Saya sebagai Menteri Pertahanan akan terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan prajurit yang menerima kenaikan pangkat luar biasa, termasuk kesejahteraan keluarganya,” janjinya.
Cerminan Visi Kepemimpinan Kasal Dr. Muhammad Ali
Pencapaian ini merupakan kristalisasi dari visi dan perintah Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, untuk terus membina prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik dan teknis, tetapi juga berintegritas tinggi dan cinta tanah air.
Di bawah kepemimpinannya, TNI AL berkomitmen menyiapkan prajurit terbaik guna menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah strategis dan rawan konflik seperti Papua.
Keberhasilan 10 prajurit Marinir ini menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit Jalasena bahwa kerja keras, disiplin, dan loyalitas akan berbuah manis, baik berupa pengakuan negara maupun kebanggaan tak ternilai karena telah mengabdi untuk Ibu Pertiwi. TNI AL, di bawah komando Kasal, akan terus menjadi tulang punggung pertahanan laut negara yang siap menjawab setiap tantangan zaman.
(Gas/pen)














