Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal, Lanal Semarang dan Tim Gabungan Amankan 133,5 Ton

Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal,
Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal,

SEMARANG – Praktik penyelundupan komoditas pangan melalui jalur laut kembali digagalkan aparat. Bertempat di Dermaga Pelabuhan Nusantara 02, Semarang, Jawa Tengah, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang berhasil mengungkap dan mengamankan penyelundupan bawang bombay ilegal berskala besar dalam sebuah operasi gabungan lintas instansi pada Jumat (2/1/2026).

Operasi yang melibatkan sinergi kuat antara Tim Gabungan Lanal Semarang, Kodim 0733/KS, Karantina Pertanian Kota Semarang, serta instansi terkait di Pelabuhan Tanjung Emas ini berhasil mengamankan tujuh unit truk yang baru turun dari kapal pelayaran Pontianak, Kalimantan Barat.

Kronologi operasi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, saat petugas gabungan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang turun dari kapal.

Kecurigaan petugas muncul pada beberapa unit truk Fuso, yang kemudian mendorong dilakukannya pemeriksaan mendalam.

Hasilnya, tim berhasil mengungkap fakta mengejutkan. Sebanyak enam truk ternyata bermuatan bawang bombay dengan total estimasi berat mencapai 133,5 Ton, yang diduga kuat tidak dilengkapi dengan dokumen karantina dan izin edar yang sah.

Satu truk lainnya juga diamankan karena mengangkut limbah plastik dengan kelengkapan dokumen tidak lengkap.

Dengan asumsi harga pasar, total estimasi nilai bawang bombay ilegal yang berhasil diamankan mencapai Rp 6,675 Miliar.

Praktik semacam ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan di pasar lokal dan, yang lebih berbahaya, mengancam keamanan hayati tanaman nasional karena melewati prosedur karantina yang ketat.

“Seluruh barang bukti, termasuk tujuh unit truk beserta muatannya, telah dievakuasi dan diamankan di Kantor Karantina Pertanian Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Para sopir juga sedang dimintai keterangan guna melacak dan mengungkap jaringan di balik praktik ilegal ini,” jelas pernyataan resmi dari Tim Gabungan.

Keberhasilan operasi ini merupakan bukti nyata komitmen TNI AL dalam menjalankan perannya menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia dan mengamankan jalur logistik nasional dari ancaman perdagangan ilegal.

Langkah ini sejalan dengan visi dan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang terus menekankan pentingnya pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap setiap pelanggaran di laut untuk melindungi kepentingan dan ekonomi nasional.

(Gas/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *