PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Terkait Video Sepasang Remaja Yang Beredar, LSM Pemberdayaan Perempuan dan Anak Minta Rekaman Itu Tak Disebar

Mencerdaskan & Memuliakan - Juli 5, 2022
Terkait Video Sepasang Remaja Yang Beredar, LSM Pemberdayaan Perempuan dan Anak Minta Rekaman Itu Tak Disebar
 - (Ilustrasi)
RajaBackLink.com
Editor Redaksi

ANAMBAS, GURINDAM.ID -Sempat viral video tertangkapnya sepasang remaja tengah bermesraan di salah satu tempat umum di Anambas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemberdayaan Perempuan dan Anak meminta pembuat video serta penyebar video tersebut menghapus dan tak lagi menyebar video tersebut ke sosial media ataupun kepada teman-teman mereka.

Sri Wahyuni selaku LSM Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengatakan, apabila video itu terus disebar luaskan dan tidak diberikan sanksi hukum kepada pembuat maupun penyebar video, maka akan membuat situasi kondisi mental dan psikologi keluarga hingga pelaku si wanita tersebut terguncang dan mengalami trauma dan bisa mengakibatkan hal yang lebih buruk lagi.

“Saya Sri Wahyuni meminta kepada orang yang merekam video tersebut secepatnya untuk menghapus video itu dan meminta kepada penyebar video untuk menyerahkan diri agar tidak timbul hal yang tidak kondusif apalagi mengingat setelah terjadi accident dari keluarga pelaku hingga mengakibatkan orangtua si wanita bunuh diri. Dan semoga pihak berwajib secepatnya menangani kasus penyebaran video asusila tersebut,” ungkapnya, Selasa (05/06/2022).

Ia menuturkan, karena tersebarnya video tersebut, pihak keluarga si wanita merasa sangat malu dan akhirnya melakukan bunuh diri.

“Saat ini kondisi si wanita sangat tidak stabil, karena video rekaman asusila yang beredar luas yang mengakibatkan orangtua si wanita melakukan bunuh diri dikarenakan merasa sangat malu atas peristiwa tersebut, sehingga hujatan dari masyarakat memperburuk kondisi psikologi yang ditakutkan akan berdampak pada si wanita beserta keluarganya,” sebutnya.

Sri menyebutkan, si wanita yang terekam dalam video asusila itu juga berasal dari keluarga kurang mampu. Yang seharusnya perlu dimotivasi dan dibantu agar tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan hal buruk terjadi padanya.

Baca Juga  Infeksi Covid-19 Singapore, Tercatat 53 Kasus Aktif

Dari kejadian ini, Sri berharap perlu adanya kesadaran diri dari setiap perempuan serta pengawasan dari keluarga, karena menurutnya, di era yang semakin modern ini, banyak hal-hal negatif yang ternormalisasi, salah satunya pelecehan seksual.

Selain itu, Dirinya juga berharap adanya tempat pengaduan serta pendampingan bagi masyarakat yang mengalami pelecehan seksual, karena sudah banyak pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“Saya meminta kepada Pemerintah Daerah lebih memprioritaskan dan menempatkan untuk menyiapkan tempat dan layanan pengaduan secara bagi seluruh masyarakat khususnya perempuan dan anak untuk mereka bercurah hati apabila mendapatkan pelecehan seksual, karena kejadian ini sudah sering terjadi khususnya di Anambas,” harap Sri. (FR)

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 8 6 5 9 2
Users Today : 3
Users Yesterday : 32
Users Last 7 days : 643
Users Last 30 days : 1905
Users This Month : 951
Users This Year : 19100
Total Users : 86592
Views Today : 5
Views Yesterday : 79
Views Last 7 days : 969
Views Last 30 days : 3045
Views This Month : 1395
Views This Year : 28117
Total views : 141820
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.238.204.167
Server Time : 2022-08-13
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya